Blak-Blakan! Korban Kiyai Ashari Cerita Dua Santriwati Pernah Dipanggil Dalam Satu Malam
5 jam yang lalu
Korban oknum Kiyai Pati "Ilustrasi". (Foto: Dibuat oleh Artificial Intellegence)
Radarsuara.com - Kasus dugaan kekerasan seksual di sebuah pondok pesantren di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, kembali menjadi sorotan setelah seorang mantan santriwati mengungkap pengalaman yang disebut masih membekas hingga kini. Korban dengan nama samaran Tari membeberkan dugaan aktivitas mencurigakan yang dilakukan pengasuh pondok pesantren bernama Ashari pada malam hari.
Kasus tersebut menyeret nama pendiri sekaligus pengasuh Ponpes Ndolo Kusumo, Ashari, yang diduga melakukan kekerasan seksual terhadap puluhan santriwati dengan modus terapi batin dan penyembuhan spiritual.
Pengakuan itu disampaikan Tari saat hadir bersama ayahnya yang menggunakan nama samaran Pak Di dan kuasa hukumnya, Ali Yusron, dalam podcast milik Denny Sumargo yang tayang pada 7 Mei 2026.
Dalam tayangan tersebut, Tari mengaku dirinya dan sejumlah santriwati lain diduga menjadi korban manipulasi berkedok ajaran agama. Para korban disebut diminta memijat, menemani tidur, hingga melakukan hal-hal yang diklaim sebagai bagian dari “kesembuhan batin”.
Salah satu pengakuan yang menyita perhatian publik muncul ketika Tari menceritakan pengalaman saat diminta menemani tidur oleh sosok kiai tersebut. Saat itu, ia mengaku sempat dikunci di dalam kamar.
“Pernah kejadian itu, saya kan nemenin tidur itu, saya dikunci dari luar. Saya tuh kan kalau pura-pura tidur kan enggak tidur beneran, terus Pak Kiai itu pergi terus ngunci saya dari luar, terus tak batin dalam hati aja ngapain gitu kan, terus kok ada suara lagi di kamar lain gitu. Tapi aku enggak tahu sama siapa,” jelas Tari.
Ketika ditanya mengenai suara perempuan lain yang didengarnya, Tari menjawab, “(Ada) satu (orang) sama Pak Kiai.”
Kuasa hukum korban, Ali Yusron, kemudian menambahkan bahwa kamar di lokasi tersebut saling bersebelahan dan memiliki akses pintu yang terhubung.
“Menurut keterangannya kemarin, satu kamar bersebelahan, cuma kan satu kamar pak, pintunya jadi satu kok,” ujar Ali Yusron.
Mendengar penjelasan itu, Denny Sumargo mencoba memperjelas kronologi agar tidak menimbulkan salah tafsir di kalangan penonton.
“Oh ada kemungkinan begini ya, ini di sini siapa, nanti dia pindah kamar sini siapa maksudnya begitu ya?” tanya Denny Sumargo.
Dalam podcast tersebut, Denny juga menegaskan bahwa seluruh keterangan yang disampaikan masih bersifat dugaan. Ia kemudian menggali perasaan ayah korban yang mengaku terpukul setelah mengetahui pengalaman anaknya di lingkungan pondok pesantren tersebut.
“Tapi ini kan semuanya masih sifatnya dugaan, cuman apa yang bapak alami sebagai korban dan anak, bapak meyakini bahwa orang ini memang melakukan tindakan kejahatan begitu kan,” kata Denny Sumargo.
Menjawab pertanyaan itu, Pak Di mengaku kecewa karena sebelumnya menaruh kepercayaan penuh kepada sosok pengasuh pondok pesantren tersebut.
“Wah kecewa, soalnya saya sudah percaya penuh ya sama Pak Kiai itu,” ujar Pak Di.
Editor: Mahipal
Komentar
You must login to comment...Be the first comment...
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor
1134/DP-Verifikasi/K/X/2023