Tiga penumpang yang terjepit berhasil dievakuasi pada Selasa pagi oleh tim Badan SAR Nasional (Basarnas).
“Barusan yang terevakuasi tiga [penumpang],” kata Kabasarnas Mayjen M Syafii.
Ketiga korban langsung diserahkan kepada tim medis, sementara belum ada kepastian apakah masih terdapat korban lain yang terjebak.
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia, Bobby Rasyidin, menyatakan jumlah korban meninggal dunia bertambah menjadi tujuh orang.
“Jumlah korban kecelakaan kereta tadi malam, meninggal dunia itu tujuh orang,” ujarnya.
Ia juga menyebutkan sebanyak 81 korban luka telah dirawat di sejumlah rumah sakit, dan seluruh korban merupakan penumpang KRL.
Sementara itu, seluruh penumpang KA Argo Bromo Anggrek yang berjumlah 240 orang dilaporkan selamat. Penanganan saat ini difokuskan pada penumpang KRL yang terdampak langsung dalam insiden tersebut. PT KAI juga telah membawa korban luka ke sembilan fasilitas kesehatan di wilayah Bekasi dan sekitarnya.
Kronologi awal kejadian menyebutkan bahwa kecelakaan bermula ketika KRL Commuter Line menabrak sebuah taksi di perlintasan dekat stasiun sekitar pukul 20.40 WIB. Akibat insiden tersebut, posisi KRL terhenti. Dalam kondisi itu, KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi kemudian menabrak KRL dari belakang.
“Gerbong masinis kereta jarak jauh itu sampai nembus gerbong KRL,” kata seorang saksi mata, Munir.
Saksi lain menyebut gerbong perempuan di bagian belakang KRL menjadi titik dampak paling parah, bahkan sebagian badan kereta jarak jauh masuk ke dalam gerbong tersebut.
PT KAI menyatakan penyebab pasti kecelakaan masih dalam penyelidikan. Namun, dugaan awal mengarah pada gangguan sistem perkeretaapian akibat insiden taksi yang tertemper KRL di perlintasan.
“Dimulai dengan adanya temperan taksi hijau ya, itu di JPL 85. Sehingga ini yang kami curigai itu membuat sistem perkeretaapian di daerah stasiun emplasemen Bekasi Timur ini agak terganggu,” kata Bobby.
Perusahaan taksi listrik Green SM Indonesia mengonfirmasi bahwa kendaraan yang terlibat adalah armadanya dan menyatakan tengah berkoordinasi dengan pihak berwenang serta mendukung proses investigasi.
Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan memastikan investigasi akan melibatkan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan langkah ini untuk mengungkap penyebab kecelakaan secara objektif.
“Kami juga memberikan kesempatan kepada KNKT untuk melakukan investigasi, melihat secara objektif penyebab dari kecelakaan yang terjadi pada malam hari ini,” ujarnya.
PT KAI juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat.
“Kami menyampaikan duka mendalam dan permohonan maaf atas kejadian ini. Fokus kami saat ini adalah memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan terbaik. Kami memahami kesedihan yang dirasakan keluarga, dan terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait agar proses penanganan berjalan dengan baik,” kata Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba.
Hingga saat ini, tim penyelamat masih bersiaga di lokasi dan proses evakuasi terus dilakukan. Pihak berwenang juga telah mendirikan posko tanggap darurat di area stasiun untuk mendukung penanganan korban dan koordinasi lanjutan.