Pertanian dan Peternakan

Kementan: Kabupaten Gresik Optimistis Sukseskan HDDAP dari Hulu hingga Hilir

13 jam yang lalu
Kementan: Kabupaten Gresik Optimistis Sukseskan HDDAP dari Hulu hingga Hilir (Foto: Dok. Kementan)

Radarsuara.com - Kementerian Pertanian terus mendorong penguatan sektor hortikultura di lahan kering melalui program Horticulture Development in Dryland Areas Project (HDDAP). Kabupaten Gresik menjadi salah satu daerah yang menunjukkan komitmen kuat dalam menyukseskan program ini secara terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Semangat kolaborasi tersebut mengemuka dalam pertemuan koordinasi HDDAP yang melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, petani, serta mitra swasta. Pertemuan ini menjadi momentum strategis untuk menyelaraskan langkah dan memastikan implementasi program berjalan efektif, terarah, dan berkelanjutan.

Direktur Buah dan Florikultura, Fausiah T. Ladja, menegaskan pentingnya penyusunan jadwal kegiatan yang terstruktur sebagai acuan bersama dalam pelaksanaan program. “Jadwal palang dari setiap kegiatan harus tersedia sebagai pegangan utama dalam monitoring. Dengan demikian, setiap tahapan dapat terukur, dan langkah antisipasi dapat segera disiapkan apabila terjadi kendala di lapangan,” ujarnya.

Fausiah menambahkan, perencanaan yang matang perlu disertai dengan fleksibilitas dalam menghadapi dinamika lapangan. Oleh karena itu, penyusunan jadwal rinci menjadi penting guna mengantisipasi berbagai kemungkinan, termasuk faktor cuaca dan kondisi teknis lainnya.

Ia juga menekankan pentingnya keselarasan informasi antar pemangku kepentingan serta aspek teknis budidaya, seperti pemilihan varietas sesuai kebutuhan pasar, kualitas benih, pengendalian penyakit tanaman, dan kesiapan sistem irigasi, terutama menghadapi potensi kemarau ekstrem.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gresik, Eko Anindhito, menyampaikan optimisme terhadap pelaksanaan HDDAP di wilayahnya. Program ini didukung pendanaan dari Asian Development Bank (ADB) dan International Fund for Agricultural Development (IFAD), dengan fokus pada komoditas cabai dan kunyit.

“Sebanyak 681 hektare telah terdata dalam CPCL dan kami menargetkan penyelesaian administrasi pada akhir April 2026. Program ini diharapkan mampu menjadikan Gresik sebagai sentra produksi cabai dan kunyit yang terintegrasi dari hulu hingga hilir,” jelasnya.

Ia menambahkang, berbagai dukungan akan diberikan, antara lain pembangunan infrastruktur irigasi, klinik Pengendalian Hama Terpadu (PHT), serta bimbingan teknis penangkaran benih.

“Kami berharap seluruh bantuan ini dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan produksi dan kesejahteraan petani,” tambahnya.

Kegiatan ini juga diisi dengan diskusi interaktif yang membahas berbagai tantangan di lapangan, mulai dari kesiapan lahan, ketersediaan air, hingga mekanisme pemasaran hasil panen. Diskusi tersebut menjadi ruang strategis untuk menyamakan persepsi sekaligus merumuskan solusi bersama.

Perwakilan petani dan mitra swasta turut menyampaikan pandangan terkait pola tanam, kualitas produk, serta kepastian serapan pasar. Hal ini menegaskan bahwa keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh perencanaan, tetapi juga oleh komunikasi dan kolaborasi yang kuat antar pihak.

Dari sisi hilir, kerja sama dengan offtaker menjadi faktor penting. Salah satu mitra swasta, CV Indonesian Connection Global, menyatakan kesiapan menyerap hingga 150 ton kunyit per musim panen, dengan skema pembayaran H+1 setelah penerimaan barang. Sejalan dengan hal tersebut, pertemuan awal dengan offtaker harus segera diinisiasi agar produk yg dihasilkan dapat sesuai SOP atau target buyer. Ini jg menjadi salah satu penyemangat dan kepastian untuk penerima manfaat dalam kegiatan HDDAP.

Pemerintah daerah juga menekankan pentingnya penguatan kelembagaan petani agar peningkatan produksi sejalan dengan kepastian pasar dan keberlanjutan usaha tani.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Gresik, Misbahul Munir, dalam penutupan kegiatan menyoroti pentingnya penguatan pascapanen, percepatan komunikasi dengan offtaker, serta penyesuaian timeline kegiatan berdasarkan komoditas.

Ia juga mengapresiasi dukungan Kementerian Pertanian dalam mendorong percepatan implementasi HDDAP di daerah. Dengan pendampingan selama lima tahun, program HDDAP diharapkan mampu mendorong transformasi pertanian menuju sistem yang modern, efisien, dan berdaya saing tinggi. Melalui sinergi lintas sektor, Kabupaten Gresik optimistis dapat meningkatkan produksi hortikultura sekaligus mendorong kesejahteraan petani secara berkelanjutan. (*/Adv)

 

Komentar

You must login to comment...

RadarSuara Logo

Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor
1134/DP-Verifikasi/K/X/2023

Tag Terpopuler