Pertanian

Kementan dan PRISMA Gelar Pertemuan Stakeholders, Dukung Peningkatan Produksi dan Hilirisasi Kacang Hijau

Jumat, 14 Juni 2024 19:06 WIB
Kementan dan PRISMA Gelar Pertemuan Stakeholders, Dukung Peningkatan Produksi dan Hilirisasi Kacang Hijau (Foto: Dok. Kementan)

Radarsuara.com - Kementerian Pertanian Republik Indonesia berkolaborasi dengan Bappenas dan PRISMA (The Australia-Indonesia Partnership for Promoting Rural Incomes through Support for Markets in Agriculture) mengelar pertemuan dengan stakeholders komoditi kacang hijau dalam negeri.

Kolaborasi ini bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan nasional dan diversifikasi produk pertanian.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi mengapresiasi PRISMA dan seluruh pihak, baik petani produsen, dan eksportir yang telah mendukung terlaksananya forum diskusi ini.   

"Atas petunjuk Bapak Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman terkait dengan pangan, kuncinya tidak hanya diproduksi, tetapi juga hilirisasi," kata Suwandi saat membuka Forum Diskusi dan Temu Bisnis Kacang Hijau di Semarang, Rabu (12/6/2024) siang. 

Suwandi menambahkan, aspek-aspek hilirisasi pasar nantinya akan digenjot  dan ditingkatkan.

Upaya yang  telah dilakukan salah satunya mapping (pemetaan) wilayah sentra produksi, mendorong penggunaan benih kacang hijau unggul bersertifikat, dan pendampingan hilirisasi kepada Usaha Kecil dan Menengah (UKM) untuk membuat produk turunannya. 

“Forum ini saya harapkan dimanfaatkan  sebaik-baiknya bagi petani, para eksportir, dan produsen benih untuk menyampaikan permasalahan di lapangan, sehingga kami (Kementan) dapat  mencarikan solusi terbaik,”pungkasnya. 

Di tempat yang sama, Chief Officer PRISMA Mohasim Kabir mengungkapkan rasa optimisnya terkait peningkatan kacang hijau di Indonesia karena melihat antusias dan dukungan baik Ditjen Tanaman Pangan, Produsen Benih dan petani. 

Mohasim menjelaskan, PRISMA adalah kemitraan antara Pemerintah Indonesia melalui Kementerian PPN/Bappenas dan Pemerintah Australia melalui Departemen Luar Negeri dan Perdagangan (DFAT) yang bertujuan meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani hingga peternak skala kecil.

“Dalam forum ini kami ingin membagi pengalaman yang  telah kami kembangkan bersama beberapa mitra kami, khususnya petani kacang hijau,” tuturnya 

Sejak 2014, PRISMA mulai terlibat di sektor kacang hijau untuk meyakinkan agrobisnis mengenai potensi pasar benih kacang hijau bersertifikat, serta memberi dukungan kepada mitra swasta yang memasuki pasar tersebut dalam hal pemasaran dan penjualan.

Hingga saat ini, intervensi agrobisnis yang didukung oleh PRISMA telah menjangkau lebih dari 44 ribu rumah tangga petani kacang hijau skala kecil dan meningkatkan pendapatan mereka hingga 46%.

Mohasim berharap hasil pertemuan ini adanya informasi dan kesepakatan terkait kebutuhan pasar dalam dan luar negeri dapat teridentifikasi dengan baik, sehingga pendapatan petani di Indonesia dapat meningkat.

(*/Adv) 

Komentar

You must login to comment...