Nasional

MUI Himbau Jamaah Haji Doakan Indonesia Agar Aman dan Damai

6 jam yang lalu
MUI himbau jamaah haji doakan Indonesia. (Foto: Majelis Ulama Indonesia)

Radarsuara.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengajak jamaah haji Indonesia untuk mendoakan bangsa agar senantiasa aman, damai, dan sejahtera menjelang kedatangan kloter pertama di Madinah pada 22 April 2026.

Ajakan tersebut disampaikan Ketua MUI Bidang Fatwa Asrorun Ni'am Sholeh jelang kedatangan jamaah haji Indonesia di Bandara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdulaziz, Arab Saudi.

"Mendoakan bangsa Indonesia agar dijadikan bangsa yang aman, damai, sejahtera; pemimpinnya diberikan ma’unah oleh Allah SWT dan diberikan petunjuk dan kekuatan untuk memimpin dengan adil untuk mewujudkan masyarakat yang mutamaddin," kata Prof Ni'am di Kantor MUI, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (21/4/2026).

Selain itu, ia mengingatkan jamaah untuk fokus menjalankan ibadah setibanya di Madinah, sekaligus melakukan refleksi terhadap kehidupan Nabi Muhammad SAW dan para sahabat. Hal tersebut dinilai penting agar nilai-nilai keteladanan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik sebagai individu maupun dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

Prof Ni'am juga mendorong jamaah memperkaya wawasan dengan membaca literatur terkait sejarah Madinah dan lokasi-lokasi penting yang akan dikunjungi. Ia mencontohkan sejumlah tempat ziarah seperti Masjid Quba, Masjid Qiblatain, Jabal Uhud, Makam Baqi, hingga makam Rasulullah SAW dan para sahabat.

Dalam pesannya, ia turut menyampaikan doa dan harapan bagi seluruh jamaah agar perjalanan ibadah berjalan lancar hingga ke Tanah Suci serta mampu menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan baik.

"Mudah-mudahan diberikan kelancaran perjalanannya hingga sampai ke Tanah Suci, diberikan kemampuan menjalankan aktivitas ibadah," kata dia.

Lebih lanjut, Prof Ni'am mengingatkan jamaah untuk mematuhi seluruh peraturan yang berlaku, baik di Indonesia maupun di Arab Saudi, serta menjaga kondisi kesehatan. Ia menekankan pentingnya manajemen fisik mengingat durasi tinggal yang cukup panjang hingga puncak ibadah haji.

Selain itu, jamaah diimbau tidak memaksakan diri menjalankan aktivitas sunnah di tengah kondisi cuaca yang berbeda.

"Kemudiaan kondisi fisik yang kadang juga memiliki keterbatasan karena suasana senang di tempat yang baru, sehingga terlena. Akhirnya pada saat harian kondisi fisik sudah terkuras. Ini penting untuk dipahami kepada seluruh jamaah haji," sambungnya. 

Komentar

You must login to comment...