Tingkatkan Ketahanan Pangan, Kementan Dorong Peran Strategis Peternak Telur (Foto: Dok. Kementan)
Radarsuara.com - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) bersama Pusat Penyuluhan Pertanian kembali menggelar kegiatan Ngobrol Asik Penyuluh dan Petani (Ngobras) Volume 9, Selasa (31/03/2026).
Mengusung tema "Dari Kandang Ke Ketahanan Pangan: Peran Strategis Peternak Telur”, kegiatan ini berlangsung secara interaktif dan informatif. Acara disiarkan langsung melalui kanal YouTube @pusluhtanri dan Zoom Meeting, yang diikuti oleh penyuluh dan petani dari berbagai provinsi di Indonesia.
Acara Ngobras kali ini hadir dengan nuansa yang sangat istimewa, karena kembali menyapa para pemirsa. Momentum ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus penyegaran semangat dalam berbagi informasi dan inspirasi di bidang pertanian.
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman selalu menekankan bahwa Indonesia optimis mencapai swasembada pangan, termasuk protein hewani, guna memperkuat ketahanan nasional dan mengurangi impor”, ujar Amran.
Amran juga menyampaikan pemerintah fokus mendorong produksi telur dan ayam, serta optimalisasi sumber protein lokal untuk mencapai kemandirian protein di setiap pulau.
Senada dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mewujudkan swasembada pangan.
Idha menegaskan agar penyuluh dapat mendampingi peternak dalam penerapan teknologi, menjadi penghubung program pemerintah dengan peternak dan memastikan bantuan tepat sasaran dan dimanfaatkan optimal.
Plt. Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian Eko Nugroho Dharmo Putro menyampaikan dalam mendukung seluruh upaya penyuluh di harapkan mampu mendampingi peternak dalam penerapan inovasi teknologi, mengawal pelaksanaan program pemerintah serta memastikan bahwa informasi dan kebijakan dapat tersampaikan dengan baik kepada para peternak, ujar Eko.
Ngobras kali ini menghadirkan narasumber spesial, Adi Latif Mashudi, petani milenial asal Kabupaten Blora, Jawa Tengah yang menjadi inspirasi generasi muda melalui kiprahnya dalam mengembangkan pertanian modern berbasis greenhouse dan hidroponik. Berbekal pengalaman bekerja di Korea Selatan, Adi memilih kembali ke tanah air untuk membangun usaha pertanian di kampung halamannya. Dengan inovasi dan semangat kewirausahaan, ia berhasil mengubah cara pandang masyarakat terhadap sektor pertanian menjadi lebih modern, produktif, dan menjanjikan.
Melalui Girli Smart Ecosystem Farming, Adi mengembangkan konsep pertanian terpadu sekaligus agrowisata bubidaya melon dan ayam pertelur. Berkat hasil dan usaha yang ditekuni oleh adi, kini ia menjadi inspirasi generasi muda karena berhasil membuktikan bahwa pertanian modern dapat menjadi peluang usaha yang menjanjikan dan berdaya saing.
Pada kesempatan tersebut, Adi menjelaskan tujuan paparan materinya yang terbagi menjadi empat point diantaranya Pertama jagung sebagai pakan utama yang menentukan produksi dan harga telur, sehingga berpengaruh langsung pada ketersediaan protein masyarakat. Kedua peran peternak menghasilkan telur dengan menjaga produktivitas dan efisiensi usaha.
Ketiga Irigasi hulu - hilir menjamin ketersediaan air agar produksi jagung stabil. Keempat peran penyuluh mengedukasi, mendampingi, dan menggerakkan petani/peternak untuk meningkatkan produksi.
Dalam diskusinya, Adi juga menyampaikan dirinya pernah bersilahturhami dengan salah satu akademisi di Kota Yogyakarta. Dirinya bertemu dengan desa binaan yang memiliki angka stunting tinggi, kemudian adi melakukan pola perilaku dan pola pendekatan yang kemudian dilakukan lewat pemberian memberikan telur.
“Alhamdulillah angka stunting bisa turun, dan ini menjadi titik point bahwa selain untuk mencukupi gizi selain menjadi penggerak ekonomi serta ikut membantu pemerintah untuk menurukan angka stunting” Ujar Adi. Melalui Ngobrol Asyik hari ini, berharap penyedia protein hewani yang terjangkau dan berkualitas bagi masyarakat. Dari kandang, proses produksi telur tidak hanya bergantung pada manajemen ternak yang baik, tetapi juga pada ketersediaan pakan seperti jagung dan dukungan sistem pertanian yang terintegrasi.
Peternak berperan menjaga kontinuitas produksi, stabilitas pasokan, serta harga di pasar. Dengan dukungan penyuluhan, teknologi, dan kebijakan yang tepat, sektor peternakan telur mampu menjadi pilar penting dalam memperkuat ketahanan pangan nasional, terutama dalam memenuhi kebutuhan gizi masyarakat secara berkelanjutan.
Hadirnya Ngobras diharapkan sektor pertanian semakin berkembang, memiliki daya saing yang tinggi, serta mampu mendukung ketahanan pangan nasional dan peningkatan kesejahteraan petani secara berkelanjutan. Tentunya, agar seluruh program prioritas Kementerian Pertanian dapat terlaksana dengan baik serta mampu memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani. (FV) (*/Adv)
Komentar
You must login to comment...Be the first comment...
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor
1134/DP-Verifikasi/K/X/2023