Indonesia siap ubah 7 juta ton batu bara jadi 1 juta ton LPG. (Foto: "Ilustrasi" iStockPhoto)
Radarsuara.com - Indonesia bersiap mengurangi ketergantungan impor LPG melalui proyek hilirisasi batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME) yang tengah dikebut di Tanjung Enim, Sumatera Selatan. Proyek fase kedua ini digarap oleh PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dengan kapasitas produksi mencapai 1,4 juta ton DME per tahun.
Direktur Hilirisasi dan Diversifikasi Produk PTBA, Turino Yulianto, menjelaskan bahwa kapasitas tersebut setara secara nilai kalori dengan sekitar 1 juta ton LPG.
“Jadi yang kita desain sekarang, kapasitas 1,4 juta ton DME. Itu setara kira-kira kalorinya dengan 1 juta ton LPG. Menggunakan batubara berapa? 7 juta ton batubara per tahun. Jadi dari 7 juta batubara itu jadi 1,4 juta DME setara 1 juta LPG,” ujar Turino usai acara groundbreaking di Tanjung Enim, dikutip Kamis (30/4).
Proyek ini menjadi yang pertama di Indonesia, sehingga PTBA membuka peluang kerja sama teknologi dengan mitra internasional. Sejumlah perusahaan dari China, Jerman, dan Amerika Serikat telah diajak untuk menjajaki kolaborasi guna memastikan keberhasilan pembangunan dan operasional pabrik.
Turino menekankan bahwa pemilihan mitra menjadi faktor krusial, mengingat teknologi DME masih tergolong baru di dalam negeri. “Nah, proyek pertama kali ini tentu banyak hal yang harus kita mitigasi. Sehingga kita kuncinya salah satunya harus cari partner yang benar-benar kompeten. Benar-benar dia pernah bangun pabrik DME dan sekarang masih jalan. Jadi itu strategi kita. Karena ini proyek pertama kali kuncinya di pemilihan mitra ini mesti tepat,” katanya.
Di sisi lain, proyek ini dinilai memiliki peluang berjalan lancar berkat koordinasi lintas BUMN yang dikawal oleh BPI Danantara sebagai orkestrator. Sinergi dilakukan antara PTBA, Pertamina, dan Pertamina Patra Niaga untuk memastikan integrasi dari hulu hingga hilir.
Sebagai informasi, proyek gasifikasi batu bara menjadi DME ini diinisiasi oleh BPI Danantara dan dijalankan oleh MIND ID bersama PTBA, Pertamina, serta mitra strategis lainnya. Kehadiran proyek ini diharapkan tidak hanya menekan impor LPG, tetapi juga meningkatkan nilai tambah batu bara dalam negeri serta memperkuat ketahanan energi nasional.
Komentar
You must login to comment...Be the first comment...
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor
1134/DP-Verifikasi/K/X/2023