Polri Siapkan Enam Posko DVI, 107 Orang Dievakuasi dari KM Virgo Transport 8. (Foto: Media Hub Polri)
Radarsuara.com - Polri menyiapkan enam posko Disaster Victim Identification (DVI) di Jawa Timur dan Kalimantan Selatan untuk mendukung proses identifikasi korban KM Virgo Transport 8. Hingga Minggu (13/9/2026) sore, sebanyak 107 orang telah dievakuasi dalam operasi SAR, dengan enam orang dinyatakan meninggal dunia dan satu orang mengalami luka berat.
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, posko DVI disiapkan untuk mendukung proses identifikasi antemortem dan postmortem apabila diperlukan. Selain itu, Polri mengerahkan tiga Kapal Polisi serta memperkuat operasi pencarian dan evakuasi bersama Basarnas, TNI AL, KSOP, pemerintah daerah dan unsur terkait lainnya.
“Polri tidak hanya memperkuat pencarian dan evakuasi, tetapi juga menyiapkan seluruh dukungan yang diperlukan, termasuk DVI, kesehatan, posko pelayanan, dan jalur komunikasi bagi keluarga. Semua dilakukan untuk memastikan penanganan korban berjalan secara profesional, akurat, dan manusiawi,” kata Trunoyudo dalam keterangannya, Minggu (13/9/2026).
Enam posko DVI tersebut terdiri atas Posko DVI Antemortem Dokkes Polda Jatim di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Posko DVI Antemortem Polda Jatim di Pelabuhan Sumenep, dan Posko DVI Postmortem di RS Bhayangkara Surabaya. Sementara di Kalimantan Selatan, posko berada di RS Bhayangkara Banjarmasin, RSUD Ulin Banjarmasin, serta Posko DVI Antemortem Biddokkes Polda Kalsel di Pelabuhan Trisakti.
Untuk memperkuat pencarian di lokasi kejadian, tiga Kapal Polisi terdekat dikerahkan, yakni KP Laksmana-7012 dari BKO Kalsel dengan jarak sekitar 80 NM dan estimasi waktu tempuh tujuh jam, KP Ibis-6001 dari BKO Kalteng dengan jarak sekitar 103 NM dan estimasi waktu tempuh sembilan jam, serta KP Manyar-5003 dari BKO Surabaya dengan jarak sekitar 200 NM dan estimasi waktu tempuh sekitar 24 jam. Ketiganya telah melakukan persiapan bekal ulang sebelum diberangkatkan.
“Polri memberikan dukungan penuh dalam operasi SAR KM Virgo Transport 8. Prioritas utama saat ini adalah pencarian, penyelamatan, dan evakuasi seluruh penumpang maupun awak kapal yang masih dalam proses pencarian. Polri bersama Basarnas, TNI AL, KSOP, pemerintah daerah, dan seluruh unsur terkait terus bergerak secara terpadu untuk mempercepat proses pencarian di lokasi,” ujar Trunoyudo.
Operasi SAR juga didukung sejumlah kapal dari unsur lain, di antaranya KN Laksamana milik Basarnas, KNP 382 milik KSOP, KM Hai Da, KM Niki Mila Utama, TB TCP, TB Mauha IX, dan KM Cahaya Bahati Jaya. Dukungan udara diberikan melalui dua unit helikopter, masing-masing milik Polda Kalteng dan Basarnas Surabaya.
“Kekuatan SAR terus diperkuat. Tidak hanya tiga Kapal Polisi, tetapi juga terdapat kapal-kapal dari unsur lainnya, dukungan dua unit helikopter, personel Basarnas, KSOP, TNI AL, Polairud, serta tim pendukung lainnya. Seluruh kekuatan ini bergerak untuk memperluas area pencarian dan mempercepat proses evakuasi,” katanya.
KM Virgo Transport 8 sebelumnya dilaporkan hilang kontak saat berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pada Minggu (13/9/2026). Kapal tersebut membawa 243 penumpang dan awak kapal. Laporan hilang kontak diterima Kantor SAR Banjarmasin sekitar pukul 04.10 WITA setelah komunikasi dengan kapal terputus sekitar pukul 02.00 WITA.
Kapal tersebut diduga mengalami kondisi darurat akibat cuaca buruk sebelum kehilangan komunikasi. Hingga kini, Polri bersama Basarnas, TNI AL, KSOP, pemerintah daerah dan unsur terkait lainnya masih melanjutkan operasi pencarian, penyelamatan, dan evakuasi di lokasi kejadian.
Editor: Mahipal
Komentar
You must login to comment...Be the first comment...
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor
1134/DP-Verifikasi/K/X/2023