Menhan Sudan: Semua Musuh Indonesia adalah Musuh Kami Juga
3 jam yang lalu
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin bersama Menhan Sudan, Hassan Daoud Kabroun Kayan. (Foto: Instagram @mehanri)
Radarsuara.com - Menteri Pertahanan Sudan Letnan Jenderal Hassan Daoud Kabroun Kayan menegaskan solidaritas Sudan terhadap Indonesia. Ia menyatakan, pihak yang memusuhi Indonesia juga akan dipandang sebagai musuh Sudan.
Pernyataan tersebut disampaikan Hassan setelah bertemu Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin di kantor Kementerian Pertahanan RI, Jakarta Pusat, Rabu (9/9/2026).
“Sesungguhnya, Indonesia dan Sudan merupakan negara yang bersahabat lama. Maka semua yang memusuhi Indonesia adalah musuh Sudan, dan semua yang memusuhi Sudan adalah musuh dari Indonesia. Kita akan bersama-sama dalam kebaikan ini,” kata Hassan.
Usai menyampaikan pernyataan tersebut kepada awak media, Hassan berjabat tangan dengan Sjafrie sebelum berpamitan kepada jajaran Kementerian Pertahanan RI.
Pertemuan bilateral tersebut juga membahas sejumlah peluang kerja sama pertahanan antara Indonesia dan Sudan. Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan RI Brigadir Jenderal TNI Rico Ricardo Sirait mengatakan, kerja sama yang dijajaki mencakup peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), pendidikan dan pelatihan, pertukaran personel dan kadet, serta pengembangan kerja sama antarlembaga pendidikan pertahanan.
Kedua negara turut membahas peluang kerja sama di sektor industri pertahanan.
Menurut Rico, Sudan menyampaikan keinginan untuk kembali mengirim personelnya mengikuti pendidikan di Indonesia, termasuk melalui Universitas Pertahanan RI.
Sebaliknya, Sudan selama ini juga memberikan beasiswa kepada warga Indonesia untuk menempuh pendidikan di International University of Africa di Khartoum, Sudan.
Selain bidang pertahanan dan pendidikan, kedua pihak membahas peluang kerja sama di sektor ketahanan pangan. Sudan memiliki potensi berupa lahan pertanian yang luas dan subur serta sektor peternakan yang cukup besar.
Namun, berbagai peluang tersebut masih dalam tahap penjajakan. Rico mengatakan, kerja sama akan dibahas dan dikaji lebih lanjut melalui mekanisme kementerian dan lembaga terkait.
“Seluruh peluang kerja sama tersebut tentunya masih akan dibahas dan dikaji lebih lanjut melalui mekanisme kementerian lembaga terkait, termasuk nanti akan disusun dalam bentuk defence cooperation arrangement (DCA),” ujar Rico.
Ia menambahkan, Indonesia dan Sudan saat ini belum memiliki dokumen formal yang mengatur kerja sama pertahanan bilateral.
“Masih disusun, sehingga aspek kelembagaan dan kerangka kerja samanya akan dibicarakan lebih lanjut melalui working group,” kata Rico.
Editor: Mahipal
Komentar
You must login to comment...Be the first comment...
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor
1134/DP-Verifikasi/K/X/2023