Pertanian dan Peternakan

Kementan Dorong Transformasi Pertanian Modern melalui Pemanfaatan Juma AI bagi Penyuluh

9 jam yang lalu
Kementan Dorong Transformasi Pertanian Modern melalui Pemanfaatan Juma AI bagi Penyuluh (Foto: Dok. Kementan)

Radarsuara.com - Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong transformasi pertanian melalui pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI). Upaya tersebut salah satunya dilakukan melalui kegiatan Ngobras On The Spot (OTS) Vol. 4 2026 dengan tema “Sosialisasi dan Pemanfaatan Aplikasi Juma AI bagi Penyuluh Pertanian”, yang dilaksanakan Minggu (30/8/2026).

Kegiatan tersebut diikuti oleh jajaran Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Tenaga Ahli Menteri Pertanian, Kepala UPT lingkup BPPSDMP, Kelsi dan Katimker penyuluhan, serta penyuluh pertanian dari berbagai wilayah.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pertanian masa depan tidak boleh lagi dikelola secara konvensional. Kita harus masuk ke era pertanian modern berbasis teknologi, digitalisasi data yang akurat, serta pemanfaatan inovasi cerdas untuk memperkuat swasembada pangan nasional.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti menegaskan bahwa perkembangan teknologi dan inovasi merupakan suatu keniscayaan yang harus diikuti oleh seluruh jajaran Kementerian Pertanian, khususnya penyuluh pertanian sebagai ujung tombak pembangunan pertanian.

Menurutnya, penyuluh perlu terus belajar dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi, termasuk pemanfaatan AI, agar pelaksanaan tugas dapat dilakukan secara lebih efektif. Pemanfaatan teknologi juga diharapkan mampu memperkuat proses pemantauan, evaluasi, dan pelaporan kinerja penyuluh secara lebih cepat, tepat, dan presisi. 

“Penyuluh harus terus belajar dan beradaptasi dengan teknologi. Kita harus mampu menjadi agent of change sehingga pekerjaan dapat dilakukan dengan lebih tepat, akurat, dan presisi,” demikian penekanan Kepala BPPSDMP dalam kegiatan tersebut.

Tenaga Ahli Menteri Pertanian Bidang Pengembangan Pertanian Presisi, Desrial, menjelaskan bahwa transformasi pertanian dari pola tradisional menuju pertanian modern membutuhkan dukungan teknologi.

Salah satu pendekatan yang dikembangkan adalah pertanian presisi, yaitu penerapan teknologi untuk memastikan ketepatan dalam jumlah, waktu, dan sasaran sehingga penggunaan sumber daya dan proses produksi dapat dilakukan secara lebih efektif. 

AI dinilai memiliki kemampuan untuk membantu mengelola informasi pertanian dalam jumlah besar, mempercepat identifikasi permasalahan, serta menghasilkan analisis yang lebih efektif. Namun, kualitas informasi yang dihasilkan AI sangat bergantung pada kualitas data yang diberikan.

Karena itu, penyuluh memiliki peran penting sebagai sumber data lapangan. Setiap data yang dimasukkan ke dalam sistem harus benar, lengkap, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan. Sistem AI diharapkan mampu membangun arus informasi dua arah, yaitu dari lapangan ke pimpinan (bottom-up) maupun dari pimpinan ke lapangan (top-down). 

Pemanfaatan teknologi juga diarahkan untuk mengurangi beban pekerjaan administratif penyuluh sehingga waktu dan tenaga dapat lebih banyak difokuskan pada kegiatan pendampingan petani serta penyelesaian permasalahan di lapangan.

Pengembang aplikasi Juma AI, Van Basten Panjaitan, menjelaskan bahwa AI dirancang sebagai asisten atau pendamping manusia, bukan untuk menggantikan peran penyuluh.
Juma AI dikembangkan melalui pendekatan agregasi dan integrasi data dari berbagai sumber untuk membangun big data pertanian Indonesia. Data yang berasal dari penyuluh menjadi salah satu komponen penting, termasuk informasi mengenai kondisi tanaman, cuaca, tanah, hama dan penyakit, serta berbagai permasalahan pertanian lainnya. 

Data tersebut tidak hanya dikumpulkan, tetapi akan dianalisis untuk menghasilkan informasi dan rekomendasi yang lebih sesuai dengan kondisi spesifik masing-masing wilayah. Semakin banyak data yang valid dan berkualitas dimasukkan oleh penyuluh, semakin baik kemampuan sistem dalam mengenali karakteristik wilayah dan menghasilkan rekomendasi.

Juma AI juga dirancang untuk mengurangi risiko halusinasi AI melalui penggunaan data dan referensi yang terkontrol, khususnya data pertanian Indonesia. Data yang berasal dari penyuluh menjadi salah satu aset penting Kementerian Pertanian sehingga aspek keamanan dan pengelolaannya menjadi perhatian. 

Aktivasi sempat dihentikan sementara untuk melakukan pembenahan kapasitas dan traffic sistem sekaligus melakukan verifikasi terhadap pengguna dan data yang masuk. Hingga saat kegiatan berlangsung, telah terdapat ribuan laporan yang dikirimkan oleh penyuluh.

Laporan yang masuk telah memuat informasi mengenai kegiatan, kondisi lapangan, permasalahan, solusi, serta dokumentasi foto. Sistem selanjutnya akan terus dikembangkan agar mampu menyajikan data secara real time dan mendukung proses pengambilan keputusan. 

Sementara itu, Muhammad Jono, Katimker Kota Bogor, menekankan pentingnya peningkatan kemampuan penyuluh dalam mengikuti perkembangan teknologi. Ia mengusulkan adanya pelatihan agar penyuluh dapat memanfaatkan aplikasi secara optimal serta mempertanyakan tingkat akurasi informasi yang dihasilkan sistem dalam menjawab permasalahan pertanian di lapangan. 

Untuk menjaga akurasi, data akan melalui proses verifikasi dan validasi secara berjenjang. Data yang tidak logis atau tidak sesuai dengan kondisi/baseline akan ditandai dan diperiksa terlebih dahulu sebelum diteruskan ke tingkat berikutnya. Pengembangan prediksi harga juga akan diarahkan melalui integrasi data harga dan program strategis Kementerian Pertanian. 

Idha menegaskan bahwa transformasi digital tidak menghilangkan peran manusia. Sebaliknya, teknologi diharapkan memperkuat kapasitas penyuluh agar mampu bekerja lebih efektif dan presisi. Penyuluh didorong untuk menjadi agen perubahan dan pembelajar yang mampu memanfaatkan teknologi dalam mendukung pembangunan pertanian dan mewujudkan kedaulatan pangan Indonesia. 

Dengan dukungan data yang berkualitas, infrastruktur yang memadai, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia, Juma AI diharapkan menjadi salah satu instrumen penting dalam membangun ekosistem pertanian berbasis data, teknologi, dan kecerdasan artifisial di Indonesia. (FB)(*/Adv)

 

Komentar

You must login to comment...