Iran Serukan Persatuan Negara Muslim untuk Lawan 'Musuh Islam'
1 jam yang lalu
Iran serukan persatuan negara Islam. (Foto: iStockphoto)
Radarsuara.com - Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei menyerukan negara-negara Muslim, terutama negara-negara di kawasan Teluk, untuk bersatu menghadapi apa yang disebutnya sebagai "musuh sebenarnya".
Dilansir Reuters, Senin (31/8/2026), seruan tersebut disampaikan Khamenei melalui pesan yang dipublikasikan di akun Telegramnya dalam rangka Pekan Persatuan Islam, yang menandai hari kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Khamenei menyerukan persatuan umat Muslim, kerja sama di berbagai bidang serta pertahanan bersama. Ia menyebut pihak yang menciptakan perpecahan di antara umat Muslim, baik secara sadar maupun tidak sadar, justru membantu kepentingan musuh-musuh Islam.
Dalam pesannya, Khamenei juga menyinggung kondisi Palestina. Ia mempertanyakan apakah rakyat Palestina akan tetap berada dalam kondisi tidak berdaya apabila umat Muslim bersatu.
Khamenei secara khusus menyampaikan seruan kepada para penguasa negara-negara Arab di kawasan Teluk. Ia mempertanyakan apakah pihak yang disebutnya sebagai "para penjahat tanpa identitas" akan berani mengincar wilayah dan kekayaan negara-negara tersebut jika rakyat dan pemerintah di kawasan Teluk bersatu di bawah panji Islam.
"Rekomendasi saya yang tegas dan berulang kali kepada para penguasa negara-negara Islam, terutama negara-negara Asia Barat dan Teluk, adalah untuk mengidentifikasi musuh sejati Anda, memahami rencananya, dan menghadapinya," kata Khamenei.
Seruan tersebut disampaikan di tengah ketegangan antara Iran dan negara-negara Arab di kawasan Teluk. Sejak Revolusi Islam 1979, sejumlah monarki Arab Teluk memandang ideologi revolusioner Iran, termasuk retorika anti-monarki dan pengaruh regional Teheran, sebagai ancaman terhadap sistem politik mereka.
Dalam konflik yang sedang berlangsung, Teheran telah menyerang fasilitas militer Amerika Serikat serta sejumlah infrastruktur lainnya di negara-negara Teluk. Kondisi tersebut semakin menegaskan ketegangan antara Iran dan negara-negara tetangganya di kawasan.
Seruan Khamenei untuk persatuan juga menggemakan pernyataannya kepada rakyat Iran pada Jumat (28/8). Saat itu, dia menyerukan agar kohesi sosial dijaga dan meminta pihak berwenang menghindari "pernyataan yang mengecewakan" yang dapat melemahkan moral nasional dan publik.
Khamenei belum terlihat di depan umum sejak terluka dalam serangan udara Amerika Serikat dan Israel sekitar enam bulan lalu. Serangan tersebut memicu perang Iran dan menewaskan ayahnya sekaligus pemimpin tertinggi Iran sebelumnya, Ayatollah Ali Khamenei.
Editor: Mahipal
Komentar
You must login to comment...Be the first comment...
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor
1134/DP-Verifikasi/K/X/2023