Flores Kembali Diguncang Gempa M5,8, Simak Keterangan Resmi BMKG
4 jam yang lalu
"Ilustrasi" Flores Kembali Diguncang Gempa M5,8. (Foto: Istockphoto)
Radarsuara.com - Wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali diguncang gempa bumi tektonik pada Kamis (20/8/2026) pagi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa tersebut memiliki magnitudo pembaruan M5,8 dengan kedalaman 10 kilometer.
Gempa terjadi pada pukul 05.45.20 WIB. Episenter berada di koordinat 8,35 derajat Lintang Selatan dan 120,63 derajat Bujur Timur, tepatnya di darat pada jarak sekitar 34 kilometer arah timur laut Ruteng, Kabupaten Manggarai, NTT.
BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami berdasarkan hasil pemodelan yang dilakukan.
“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Flores Back-Arc Thrust. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan turun (normal fault),” demikian keterangan BMKG dalam keterangan tertulis dari Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Wijayanto, Kamis (20/8/2026).
Guncangan gempa dirasakan cukup kuat oleh masyarakat di sejumlah wilayah. Di Kabupaten Manggarai, intensitas gempa mencapai V-VI MMI.
Pada skala tersebut, getaran dirasakan oleh seluruh penduduk. Banyak warga terkejut dan berlari keluar rumah. BMKG juga mencatat adanya potensi kerusakan ringan, seperti plester dinding yang jatuh.
Sementara itu, gempa dirasakan dengan intensitas IV MMI di Kabupaten Nagekeo. Di Kabupaten Manggarai Barat, getaran tercatat pada skala III-IV MMI, sedangkan di Kabupaten Sikka mencapai III MMI.
BMKG menyebut gempa M5,8 tersebut merupakan bagian dari rangkaian gempa susulan setelah gempa besar berkekuatan M7,7 yang mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026 pukul 05.58.23 WIB.
Hingga Kamis (20/8/2026) pukul 06.00 WIB, BMKG telah mencatat sebanyak 3.422 aktivitas gempa bumi susulan. Dari ribuan aktivitas tersebut, gempa susulan terbesar tercatat memiliki magnitudo M6,2.
BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Masyarakat diminta memastikan informasi mengenai perkembangan gempa hanya diperoleh melalui kanal resmi BMKG, termasuk situs resmi BMKG dan kanal media sosial @infoBMKG.
BMKG juga mengingatkan masyarakat agar tetap berhati-hati terhadap kemungkinan terjadinya gempa bumi susulan.
Editor: Mahipal
Komentar
You must login to comment...Be the first comment...
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor
1134/DP-Verifikasi/K/X/2023