Pertanian dan Peternakan

Kementan Perkuat Diplomasi Peternakan, Filipina Jadikan Indonesia Mitra Pembelajaran

Monday, 10 August 2026 13:32 WIB
Kementan Perkuat Diplomasi Peternakan, Filipina Jadikan Indonesia Mitra Pembelajaran (Foto: Dok. Kementan)

Radarsuara.com - Kepercayaan dunia internasional terhadap sistem kesehatan hewan Indonesia kembali menguat. Hal itu tercermin dari kunjungan Delegasi Department of Agriculture (DA) Filipina ke sejumlah fasilitas peternakan dan kesehatan hewan di Jawa Barat pada 4–8 Agustus 2026. 

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat kerja sama kedua negara sekaligus mempelajari bagaimana Indonesia membangun ekosistem peternakan yang terintegrasi, mulai dari regulasi, pengendalian penyakit, produksi vaksin, hingga pengolahan produk unggas.

Selama berada di Indonesia, delegasi Filipina mengunjungi PT Vaksindo Satwa Nusantara untuk mempelajari riset dan produksi vaksin, PT Medion Farma Jaya guna melihat pengembangan farmasi veteriner dan inovasi teknologi, PT Bounty Segar Indonesia untuk mempelajari proses pengolahan unggas berstandar internasional, serta Balai Veteriner Subang dan Balai Besar Veteriner Farma Pusvetma Surabaya mengenai sistem surveilans penyakit, layanan laboratorium diagnostik, hingga kapasitas produksi vaksin pemerintah.

Selain itu, dalam rangkaian kegiatan tersebut turut hadir perwakilan Balai Besar Veteriner (BBV) Wates yang menjelaskan perannya sebagai laboratorium rujukan nasional untuk avian influenza (AI).

BBV Wates juga menjelaskan upaya membangun dan memperkuat jejaring laboratorium veteriner yang melibatkan laboratorium pemerintah, swasta, dan perguruan tinggi. Jejaring tersebut menjadi salah satu unsur penting dalam pelaksanaan monitoring dan surveilans virus AI secara berkelanjutan, sekaligus mendukung pengendalian dan penanggulangan AI di Indonesia.

Direktur Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Hendra Wibawa, mengatakan rangkaian kunjungan tersebut memang dirancang agar delegasi Filipina memperoleh gambaran yang utuh mengenai sistem kesehatan hewan Indonesia yang dibangun melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan lembaga penelitian.

"Selama kunjungan ini, delegasi Filipina berkesempatan melihat secara langsung sistem kesehatan hewan Indonesia, industri perunggasan, rantai nilai peternakan, serta kemampuan Indonesia dalam memproduksi vaksin avian influenza," kata Hendra, Jumat (7/8/2026). 

Menurut Hendra, Indonesia terus memperkuat sistem surveilans dan investigasi penyakit hewan, penerapan biosekuriti, serta sistem kompartementalisasi sesuai standar World Organisation for Animal Health (WOAH). Di saat yang sama, pemerintah juga mendorong berkembangnya industri vaksin, farmasi veteriner, dan pengolahan produk unggas yang saling terhubung dalam satu ekosistem.

Upaya tersebut menjadi modal penting untuk menjaga kesehatan hewan, menjamin keamanan pangan, sekaligus meningkatkan daya saing produk peternakan Indonesia di pasar global.

"Kami meyakini sistem kesehatan hewan dan jaminan keamanan pangan Indonesia telah memenuhi persyaratan yang berlaku di Filipina. Indonesia berkomitmen menyediakan produk peternakan yang berkualitas, aman, dan berdaya saing," tambahnya.

Undersecretary for Livestock sekaligus Chief Veterinary Officer Republik Filipina, Constante J. Palabrica, mengatakan keberhasilan pembangunan subsektor peternakan tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan masyarakat. Atas dasar itu, Pemerintah Filipina terus membangun kemitraan dengan negara-negara yang dinilai memiliki praktik terbaik dalam pengembangan peternakan.

"Keberhasilan kami tidak hanya diukur dari indikator ekonomi, tetapi juga dari dampak positif yang kami ciptakan bagi kehidupan masyarakat. Itulah alasan kami secara aktif membangun kemitraan, termasuk melalui misi ke Indonesia ini," ujar Palabrica.

Ia menilai Indonesia mampu menunjukkan bagaimana pemerintah, dunia usaha, peneliti, dan pelaku industri membangun sektor peternakan secara terpadu. Selama kunjungan, delegasi Filipina memperoleh gambaran menyeluruh mengenai rantai nilai peternakan, mulai dari kebijakan pemerintah, riset dan produksi vaksin, inovasi farmasi veteriner, produksi unggas komersial, pengolahan pangan, hingga kesiapsiagaan dalam menghadapi penyakit hewan.

"Selama tiga hari terakhir, kami melihat secara utuh rantai nilai peternakan Indonesia dari awal hingga akhir. Pengalaman ini memberikan keyakinan bahwa melalui kolaborasi antara pemerintah, industri, peneliti, dan mitra pembangunan, kita dapat membangun sektor peternakan yang lebih tangguh bagi kedua negara," katanya.

Sementara itu, Kepala Balai Veteriner Subang, Putut Eko Wibowo, menyambut baik kepercayaan Pemerintah Filipina yang menjadikan Indonesia sebagai salah satu tujuan pembelajaran sistem kesehatan hewan. 

"Kami bangga atas kepercayaan yang diberikan Pemerintah Filipina untuk mengunjungi fasilitas kami. Kami berharap kunjungan ini dapat mendorong penguatan kegiatan surveilans dan pemantauan penyakit pada subsektor peternakan sehingga mendukung pengendalian AI sekaligus meningkatkan produksi unggas Indonesia untuk memenuhi kebutuhan pasar ekspor," ujarnya.

Melalui kunjungan ini, Indonesia dan Filipina diharapkan dapat memperkuat kolaborasi di bidang kesehatan hewan dan industri peternakan. Selain membuka peluang kerja sama yang lebih luas, sinergi kedua negara juga diharapkan mampu mendukung peningkatan perdagangan produk peternakan, memperkuat pengendalian penyakit hewan, serta memberikan manfaat bagi peternak dan pelaku usaha di kedua negara. (*/Adv) 

 

Komentar

You must login to comment...