Sidak Sawah di Semarang, Mentan Amran Dengar Keluhan Petani, Langsung Hadiahi Traktor
16 jam yang lalu
Sidak Sawah di Semarang, Mentan Amran Dengar Keluhan Petani, Langsung Hadiahi Traktor (Foto: Dok. Kementan)
Radarsuara.com - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman langsung menghadiahi satu unit traktor kepada kelompok tani usai mendengar curahan hati petani saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di persawahan Desa Wonosari, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Kamis (6/8).
Bantuan diputuskan seketika setelah Mentan melihat para petani, yang mayoritas ibu-ibu, masih menanam padi secara manual di sawah tersebut.
Mentan Amran pun menghampiri para petani dan berbincang santai mengenai kondisi usaha tani mereka. Di sela percakapan, ia menawarkan bantuan traktor kepada kelompok tani agar pekerjaan mengolah lahan menjadi lebih cepat dan efisien.
"Kalau saya kasih satu traktor, bisa dipakai?" tanya Mentan Amran kepada para petani.
Salah seorang petani, Jadiyah, mengaku khawatir tidak mampu mengoperasikan alat tersebut. Mendengar hal itu, Mentan Amran segera menawarkan solusi agar traktor tersebut tetap memberikan manfaat ekonomi bagi kelompok tani.
"Kalau belum bisa mengoperasikan, disewakan saja. Kan sewanya sekitar satu juta rupiah per hektare. Nanti bisa menjadi tambahan pendapatan kelompok," ujar Mentan Amran.
Mentan Amran kemudian meminta jajarannya segera mencatat identitas kelompok tani agar bantuan dapat segera diproses. Selain traktor, ia juga membuka kemungkinan pemberian alat tanam modern agar pekerjaan petani tidak lagi mengandalkan tenaga manual.
"Ini nanti traktornya saya kasih, supaya tidak lagi tanam pakai tangan. Kalau perlu kita bantu juga alat tanamnya," kata Mentan Amran.
Suasana sawah pun berubah hangat ketika para petani baru mengetahui bahwa sosok yang mengajak mereka berbincang adalah Menteri Pertanian. Sebelumnya, Mentan Amran sempat memperkenalkan dirinya dengan nada bercanda sebagai "ketua penyuluh petani."
"Saya ini ketua penyuluh petani," ujar Mentan Amran sambil disambut tawa para petani.
Jadiyah mengaku tidak menyangka orang yang menghampiri mereka adalah Menteri Pertanian. Awalnya, ia mengira Mentan Amran hanyalah seseorang yang sedang melintas dan ingin melihat aktivitas petani di sawah.
"Saya benar-benar tidak menyangka itu Pak Menteri. Saya kira hanya orang yang lewat mau melihat-lihat sawah. Alhamdulillah bisa bertemu langsung, menyampaikan keluh kesah kami, dan tidak menyangka langsung diberikan bantuan traktor. Kami senang sekali karena perhatian pemerintah benar-benar kami rasakan," ujar Jadiyah.
Melalui pendekatan yang langsung menyentuh petani di lapangan, Kementerian Pertanian terus mempercepat modernisasi pertanian melalui penyediaan alat dan mesin pertanian, peningkatan produktivitas, serta penguatan kesejahteraan petani sebagai fondasi menuju swasembada pangan yang berkelanjutan.(*/Adv)
Komentar
You must login to comment...Be the first comment...
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor
1134/DP-Verifikasi/K/X/2023