Nasional

Kementan Percepat Swasembada Pangan Lewat Gerakan Tanam Serentak di 26 Provinsi

Sunday, 19 July 2026 19:22 WIB
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti. (Foto: Istimewa)

Radarsuara.com - Kementerian Pertanian (Kementan) menggelar Gerakan Tanam Serentak di 26 provinsi sebagai upaya mempercepat peningkatan produksi pangan nasional sekaligus memperkuat ketahanan dan swasembada pangan.

Program ini diarahkan untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan hasil Optimalisasi Lahan (Oplah) dan Cetak Sawah Rakyat (CSR) agar segera produktif dan mampu memperluas areal tanam di berbagai sentra pertanian.

Kegiatan dipusatkan di Desa Gemenggeng, Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (18/7), dengan pelaksanaan di lahan Oplah 2024–2025 serta Cetak Sawah Rakyat 2025.

Gerakan tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam meningkatkan indeks pertanaman dan produktivitas lahan sebagai fondasi penguatan ketahanan pangan nasional.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan percepatan tanam menjadi langkah strategis untuk menjaga tren peningkatan produksi pangan nasional.

"Percepatan tanam dilakukan agar kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi sekaligus memastikan lahan-lahan yang telah mendapat dukungan pemerintah segera berproduksi dan memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan produksi pangan nasional," ujar Mentan Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menegaskan bahwa Gerakan Tanam Serentak merupakan gerakan nasional yang bertujuan memperluas areal tanam, meningkatkan indeks pertanaman, serta mendorong kenaikan produksi pangan melalui sinergi seluruh pemangku kepentingan.

"Percepatan tanam harus terus dijaga dengan pengawalan yang kuat. Penyuluh pertanian bersama petani menjadi ujung tombak untuk memastikan lahan yang sudah siap dapat segera ditanami dan menghasilkan produksi yang optimal," kata Arsanti.

Menurutnya, Kementan menargetkan indeks pertanaman (IP) mencapai 200 pada akhir Juli 2026 sebagai salah satu tolok ukur peningkatan produktivitas lahan.

"Tujuan kita adalah meningkatkan indeks pertanaman. Tantangan tentu ada, tetapi dengan kerja keras dan kolaborasi semua pihak saya yakin target tersebut dapat tercapai," ujarnya.

Arsanti juga menyampaikan bahwa keberhasilan swasembada pangan yang diumumkan Presiden Prabowo Subianto merupakan hasil kerja sama seluruh insan pertanian, mulai dari petani, penyuluh, pemerintah daerah, hingga pemerintah pusat.

Keberhasilan tersebut, lanjutnya, tercermin dari meningkatnya Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog hingga sekitar 5,2 juta ton pada pertengahan Juli 2026, menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah Indonesia. Sementara itu, serapan beras dalam negeri telah mencapai sekitar 3,4 juta ton setara beras.

"Ini menunjukkan berbagai program peningkatan produksi yang dijalankan pemerintah mulai memberikan hasil nyata dan menjadi modal penting dalam menjaga stabilitas pangan nasional," jelasnya.

Selain menggenjot produktivitas lahan, Kementan juga terus memperluas kawasan pertanian melalui program ekstensifikasi yang didukung penerapan Pertanian Modern Advanced Agricultural System (PM-AAS). Pendekatan ini mengintegrasikan mekanisasi, konsolidasi lahan, dan pengelolaan usaha tani modern guna meningkatkan efisiensi sekaligus hasil produksi pertanian.

"PM-AAS menjadi salah satu langkah penting dalam mempercepat transformasi menuju pertanian modern yang lebih maju, efisien, dan berkelanjutan," tegas Arsanti.

Gerakan Tanam Serentak melibatkan pemerintah daerah, penyuluh pertanian, Brigade Pangan, TNI-Polri, serta para petani di seluruh lokasi pelaksanaan. (Adv/*)

Komentar

You must login to comment...