Berita Daerah

Pemkab Pati dan Pemprov Jateng Salurkan Bantuan Korban Banjir Rob di Tunggulsari

10 jam yang lalu
Pemkab Pati dan Pemprov Jateng salurkan bantuan korban Rob. (Foto: jatengprov.go.id)

Radarsuara.com - Pemerintah Kabupaten Pati bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak banjir rob di Desa Tunggulsari, Kecamatan Tayu. Bantuan yang diserahkan mencakup paket sembako, makanan siap saji, air mineral, perlengkapan keluarga, kasur, hingga kebutuhan kedaruratan lainnya guna membantu masyarakat yang terdampak genangan air laut.

Di saat yang sama, pemerintah juga memprioritaskan penanganan infrastruktur yang menjadi penyebab utama masuknya air rob ke permukiman. Pelaksana Tugas Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, mengatakan terdapat empat titik tanggul jebol dengan total panjang sekitar 450 meter yang harus segera diperbaiki agar kondisi tidak semakin meluas.

“Tadi kami bersama Pak Asisten sudah meninjau langsung di lapangan. Ada sekitar 450 meter tanggul yang harus segera ditangani, karena menjadi titik paling mendesak,” kata Chandra, dikutip dari situs resmi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Sealsa, 23 Juni 2026.

Selain perbaikan darurat pada titik-titik kritis, pemerintah juga telah memetakan kebutuhan penanganan lanjutan di sepanjang jalur sungai menuju laut. Kawasan tersebut membutuhkan peninggian tanggul di sisi kanan dan kiri area tambak sepanjang kurang lebih satu kilometer sebagai upaya mitigasi jangka panjang terhadap ancaman rob.

Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Urip Sihabudin, menyampaikan bahwa pemerintah provinsi mendapat mandat untuk memastikan bantuan tersalurkan sekaligus meninjau langsung kondisi tanggul dan infrastruktur penahan air laut yang mengalami kerusakan.

“Kami akan menangani terlebih dahulu tanggul-tanggul jebol di Tunggulsari. Untuk jangka pendek ini yang menjadi prioritas. Selanjutnya, penanganan kawasan lain akan disiapkan dalam skema menengah dan jangka panjang, agar rob tidak menjadi bencana tahunan,” ujarnya.

Berdasarkan hasil peninjauan lapangan, tanggul yang ada saat ini masih dapat dimanfaatkan dengan peningkatan kapasitas melalui pelebaran konstruksi. Langkah tersebut diharapkan mampu mengurangi limpasan air laut yang selama ini merendam kawasan tambak dan permukiman warga pesisir.

Pemerintah juga mulai menyiapkan langkah pemulihan ekonomi masyarakat, khususnya bagi petani tambak yang terdampak. Pemkab Pati bersama BPBD telah melakukan pendataan kerugian dan luas tambak yang terdampak sebagai dasar pengajuan bantuan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Terkait petani tambak yang mengalami kerugian, kami bersama BPBD sudah mengusulkan bantuan ke BNPB pusat. Data tambak terdampak sudah kami hitung dan kami laporkan,” ungkapnya.

Sebagai bagian dari program pemulihan pascabencana, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga menyiapkan sekitar 20 ribu bibit yang dapat dimanfaatkan setelah proses penanganan kawasan tambak selesai dilakukan. Upaya tersebut diharapkan mampu membantu masyarakat pesisir kembali menjalankan aktivitas budidaya secara normal.

Dalam penyaluran bantuan kali ini, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyerahkan 150 paket sembako senilai sekitar Rp37,5 juta, 200 paket makanan siap saji, bantuan air mineral senilai sekitar Rp7,5 juta, serta family kit, kasur, tenda gulung, dan tenda serbaguna. Sementara itu, BPBD Kabupaten Pati menyalurkan 20 paket sembako dan 30 paket mi instan, Baznas memberikan 100 paket sembako, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman menyerahkan 40 paket sembako, serta Dinas Sosial menyalurkan bantuan sandang dan kebutuhan dasar lainnya.

Hingga saat ini tidak terdapat warga yang mengungsi sehingga tenda darurat yang tersedia masih disimpan di BPBD Kabupaten Pati untuk mengantisipasi kemungkinan kondisi darurat di kemudian hari.

Editor: Mahipal

 

Komentar

You must login to comment...