Pertanian dan Peternakan

Mentan Amran Sebut Struggle Now atau Enjoy Now, Pilihan Hari Ini Menentukan Masa Depan

13 jam yang lalu
Mentan Amran Sebut Struggle Now atau Enjoy Now, Pilihan Hari Ini Menentukan Masa Depan (Foto: Dok. Kementan)

Radarsuara.com - Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengingatkan generasi muda bahwa masa depan ditentukan oleh pilihan yang dibuat hari ini.

Dalam kuliah umum bertema “Gagal Menuju Sukses: Membangun Kewirausahaan dan Agribisnis dalam Memperkuat Ketahanan Pangan Nasional”, Mentan Amran menegaskan bahwa setiap orang dihadapkan pada dua pilihan besar dalam hidup: berjuang sekarang atau bersenang-senang sekarang.

"Hari ini ada dua pilihan, struggle now atau enjoy now. Kalau memilih struggle now, insya Allah nanti akan enjoy your life. Tetapi kalau hari ini hanya enjoy your life, bisa jadi nanti akan struggle for life. Pilihan itu ada di tangan kita masing-masing," ujar Mentan Amran, di IPB Bogor, Kamis (11/6/2026).

Menurutnya, kesuksesan tidak pernah datang secara instan. Banyak orang hanya melihat hasil akhir dari sebuah keberhasilan, tetapi tidak melihat proses panjang yang penuh perjuangan, pengorbanan, dan kegagalan.

"Sukses itu di akhir. Orang melihat kesuksesan, tetapi tidak melihat prosesnya. Padahal kesuksesan diawali dengan perjuangan, kegagalan, dan kerja keras yang terus menerus," katanya.

Di hadapan mahasiswa, dosen, dan civitas akademika, Mentan Amran membagikan kisah hidupnya yang penuh liku. Ia mengaku telah berkali-kali mengalami kegagalan dalam membangun usaha. Namun seluruh pengalaman tersebut justru menjadi pelajaran berharga yang membentuk mentalnya hingga mampu mencapai berbagai keberhasilan.

"Sukses itu dipraktikkan melalui kegagalan. Gagal, coba lagi. Gagal lagi, coba lagi. Tidak ada kesuksesan yang datang tanpa penderitaan dan kerja keras," tegasnya.

Mentan Amran menuturkan bahwa dirinya berasal dari keluarga sederhana dan pernah mengalami berbagai kesulitan hidup. Namun kondisi tersebut tidak membuatnya menyerah. Sebaliknya, ia menjadikan keterbatasan sebagai motivasi untuk terus bergerak maju.

Untuk menggambarkan pentingnya keberanian mengambil risiko, Mentan Amran mengenang pengalaman pahit saat merintis usaha di masa muda. Saat itu, ia harus menjual barang-barang pribadi milik keluarganya, termasuk gelang dan kalung istrinya, untuk menambah modal usaha.

"Saya pernah menjual gelang dan kalung istri untuk modal usaha. Kami membeli satu truk ikan dari Pangkep untuk dijual ke Makassar. Ketika sampai, ikan itu tidak ditampung. Rugi besar. Itu pengalaman yang tidak pernah saya lupakan," ungkapnya.

Kegagalan tersebut sempat membuatnya terpuruk. Namun ia memilih bangkit dan menjadikan pengalaman itu sebagai pelajaran berharga dalam membangun usaha yang lebih besar.

Menurut Mentan Amran, banyak orang ingin sukses tetapi tidak siap menghadapi proses yang menyertainya. Padahal, dunia usaha dan kewirausahaan menuntut keberanian menghadapi risiko dan ketidakpastian.

"Kalau mau sukses, jangan hanya mencari kenyamanan. Kesuksesan itu tidak lahir di atas meja. Kesuksesan lahir ketika kita berani bertarung di lapangan, menghadapi tantangan yang nyata," ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa membangun usaha tidak harus dimulai dari sesuatu yang besar. Banyak pengusaha sukses dunia memulai bisnisnya dari pekerjaan sampingan yang kemudian berkembang menjadi usaha besar.

"Fokus membangun bisnis memang menjadi hal utama. Tetapi banyak miliarder di bidang teknologi dan media sosial justru mengawali bisnis mereka sebagai bisnis sampingan. Yang penting adalah keberanian memulai dan konsisten menjalaninya," katanya.

Kepada para mahasiswa, Mentan Amran memberikan tantangan untuk mulai membangun kemandirian sejak dini. Ia menilai langkah awal menuju kesuksesan adalah mengurangi ketergantungan kepada orang tua dan mulai menciptakan nilai tambah melalui berbagai kegiatan produktif.

"Awal kesuksesan mahasiswa adalah ketika mulai berpikir untuk tidak lagi membebani orang tua. Hentikan pola pikir hanya meminta. Mulailah berusaha, berkarya, dan menciptakan nilai tambah," tegasnya.

Mentan Amran juga mengingatkan bahwa keraguan dan kebiasaan mengeluh sering kali menjadi penghambat terbesar dalam meraih keberhasilan. Karena itu, generasi muda harus membangun karakter yang kuat dan siap menghadapi tantangan.

"Orang ragu gagal. Orang mengeluh gagal. Apalagi yang hanya meminta-minta. Manusia tangguh adalah manusia yang berproses, yang terus bergerak meskipun menghadapi banyak kesulitan," ujarnya.

Ia pun mengajak generasi muda untuk tetap optimistis dan tidak mudah menyerah terhadap keadaan.

"Jangan mengeluh, kecuali kepada Tuhan. Semua orang berhak sukses. Tidak ada yang ditakdirkan untuk gagal selama dia mau berjuang dan terus belajar," katanya.

Mentan Amran menegaskan bahwa Indonesia membutuhkan lebih banyak generasi muda yang berani menjadi pengusaha, inovator, dan pelaku agribisnis modern. Menurutnya, penguatan kewirausahaan di sektor pertanian akan menjadi fondasi penting dalam memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus menciptakan lapangan kerja dan kesejahteraan masyarakat.

"Generasi muda harus mengubah mindset, mengubah cara pandang. Jangan hanya mencari pekerjaan, tetapi ciptakan pekerjaan. Jangan hanya menjadi penonton, tetapi jadilah pelaku yang mampu membawa perubahan bagi bangsa dan negara," pungkasnya. (*/Adv) 

 

Komentar

You must login to comment...