Nasional

KP2C Dukung BBWSCC Normalisasi Sungai Cileungsi dan Cikeas

15 jam yang lalu
Normalisasi sungai Cileungsi dan Cikeas. (Foto: Istimewa)

Radarsuara.com - Komunitas Peduli Sungai Cileungsi Cikeas (KP2C) menyatakan dukungan penuh terhadap pekerjaan pengendalian banjir di Sungai Cileungsi dan Sungai Cikeas yang saat ini dilaksanakan oleh Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC).

Pekerjaan yang meliputi pembangunan tanggul permanen dan pengerukan alur sungai tersebut dilakukan secara bersamaan di kedua sungai, dimulai dari titik-titik yang selama ini menjadi lokasi terendah dan rawan banjir.

Di Sungai Cikeas, pekerjaan diawali di wilayah RW 36 dan RW 41 Vila Nusa Indah 3, Bojongkulur, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor. Sementara itu, di Sungai Cileungsi, pengerjaan dilakukan di kawasan Blok Y Vila Nusa Indah 2.

Ketua KP2C, Puarman, mengaku senang karena alat berat telah mulai beroperasi di kedua sungai tersebut.

“Kami senang alat berat sudah mulai bekerja di Sungai Cileungsi dan Sungai Cikeas,” ujar Puarman saat meninjau lokasi pekerjaan di wilayah Bojongkulur, Kecamatan Gunung Putri, Minggu (15/6/2025).

Menurutnya, pengerukan sungai dan pembangunan tanggul akan meningkatkan kapasitas tampung aliran air sehingga dapat mencegah dan meminimalkan dampak banjir saat musim hujan.

“Kami mengapresiasi pengerukan dan pembangunan tanggul yang dilakukan saat musim kemarau dan mengajak masyarakat mendukung penuh pekerjaan ini,” katanya.

Puarman mengatakan, demi kepentingan yang lebih besar dalam upaya pengendalian banjir, masyarakat perlu memahami kemungkinan dampak sementara selama proses pekerjaan berlangsung, seperti kebisingan alat berat maupun debu.

“Kita maklumi saja sebagai ekses sebuah pekerjaan besar,” ujarnya.

Ia menambahkan, keberadaan proyek tersebut sangat dinantikan oleh warga terdampak banjir di wilayah Sungai Cileungsi dan Sungai Cikeas yang jumlahnya diperkirakan mencapai 68 ribu orang.

Selain program normalisasi sungai dan pembangunan tanggul, KP2C juga mendukung rencana BBWSCC untuk membangun delapan kolam retensi di wilayah Sungai Cileungsi, Sungai Cikeas, dan Kali Bekasi.

Menurut Puarman, jika seluruh program pengendalian banjir di ketiga daerah aliran sungai tersebut dapat diselesaikan, maka risiko banjir di kawasan hilir akan semakin berkurang.

“Harapannya, banjir dapat diminimalisir dan mimpi warga untuk hidup aman dan nyaman bersama sungai bisa terwujud,” pungkasnya.

Editor: Jaelani

Komentar

You must login to comment...