Kabar Baik! Tunjangan Guru Non-ASN Naik Rp500 Ribu
12 jam yang lalu
Tunjangan guru naik Rp500 ribu. (Foto dibuat oleh kecerdasan buatan)
Radarsuara.com - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan dan kualitas guru melalui kenaikan tunjangan serta perluasan program beasiswa bagi tenaga pendidik. Kebijakan tersebut disampaikan dalam pertemuan Presiden dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti.
Usai pertemuan, Abdul Mu'ti menjelaskan bahwa pemerintah telah melakukan penyesuaian tunjangan bagi guru, baik yang berstatus aparatur sipil negara (ASN) maupun non-ASN. Kenaikan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan para guru sebagai ujung tombak pendidikan nasional.
“Tunjangan guru sekali lagi sudah dinaikkan dari yang guru non-ASN, tunjangannya dinaikkan dari Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta, dan kemudian guru ASN tunjangannya sebesar gaji pokok,” jelas Abdul Mu'ti, dikutip dari situs resmi Sekretariat Presiden pada Senin, 15 Juni 2026.
Selain menaikkan tunjangan, pemerintah juga menerapkan mekanisme baru dalam penyaluran dana tersebut. Tunjangan kini ditransfer langsung ke rekening masing-masing guru setiap bulan guna memangkas proses birokrasi dan memastikan manfaat diterima secara cepat oleh para penerima.
“Ini menunjukkan komitmen Bapak Presiden untuk bagaimana proses birokrasi yang tidak birokratis dan agar guru dapat mendapatkan manfaat langsung dari transfer tunjangan yang ke rekening guru setiap bulan,” ungkapnya.
Di bidang peningkatan kompetensi, pemerintah melanjutkan program beasiswa pendidikan bagi guru yang belum menyelesaikan pendidikan D4 atau S1. Program tersebut dijalankan melalui skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) untuk mempercepat peningkatan kualifikasi akademik tenaga pendidik.
“Tahun 2025 kami mengalokasikan biasiswa untuk 12.500 guru yang belum D4 atau S1 dengan beasiswa 3 juta per semester. Program ini sudah berjalan dengan sistem RPL, sudah masuk semester kedua, dan insyaallah sebagian akan bisa diwisuda pada tahun ini,” kata Abdul Mu'ti.
Program beasiswa tersebut akan diperluas pada tahun 2026 dengan target penerima yang jauh lebih besar. Pemerintah menyiapkan kuota bagi 150.000 guru dengan nilai bantuan tetap sebesar Rp3 juta per semester.
“Dan sekarang masih proses pendaftaran, karena kami masih terus menunggu para guru untuk dapat mengikuti program ini. Itu yang berkaitan dengan kesejahteraan guru dan peningkatan kualitas guru,” jelasnya.
Editor: Mahipal
Komentar
You must login to comment...Be the first comment...
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor
1134/DP-Verifikasi/K/X/2023