Nasional

Raih Gelar Doktor, Irjen Pol. Dr. Chaidir Usung Kerja Sama Lintas Negara Tekan Kejahatan

4 jam yang lalu
Irjen Pol. Dr. Chaidir

Radarsuara.com -;JAKARTA – Irjen Pol. Dr. Chaidir resmi menyandang gelar Doktor Ilmu Kepolisian usai lulus Sidang Terbuka di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) - PTIK di Jalan Tirtayasa Raya No. 6, Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta, Selasa 5 Mei 2026. Ia meraih predikat Sangat Memuaskan dengan IPK 3,9.

Dalam disertasinya berjudul “Kerjasama Internasional Kepolisian Antara Indonesia dengan Malaysia (Nodal Government) in Combating Transnational Organized Crime”, ia menekankan bahwa kejahatan masa kini tak lagi mengenal batas negara dan didukung teknologi canggih. Oleh karena itu, penanganannya tak bisa hanya mengandalkan satu lembaga atau fokus pada penangkapan semata, melainkan juga perlindungan bukti digital serta kerja sama lintas institusi dan negara. Model penelitian ini berlaku umum dan bisa diterapkan di kawasan lain.

Ada tiga rekomendasi utama yang disampaikan Chaidir yaitu;               1. Bangun Pusat Operasi Gabungan (JOC) di 6 titik perbatasan untuk pertukaran informasi cepat dan penanganan kejahatan seperti perdagangan orang serta narkoba.  2. Sederhanakan mekanisme bantuan hukum timbal balik agar tak terhambat prosedur berbelit.     3. Program pelatihan bersertifikat tingkat regional di bidang forensik digital, analisis siber, dan pencegahan pencucian uang.

Selanjutnya untuk mengatasi kerentanan PMI di Malaysia akibat lemahnya integrasi data dan perlindungan, ia mengusulkan; basis data bersama PMI berisiko, penggunaan yellow notice Interpol untuk melacak WNI hilang, satgas gabungan tetap di perbatasan untuk evakuasi korban tanpa kriminalisasi.

Chaidir menambahkan empat transformasi peran Polri. Jika diterapkan, sistem ini akan mengubah peran Polri menjadi:       1. Proaktif, tak hanya bereaksi saat kejahatan terjadi.                                2. Berjejaring, bukan pola kerja kaku dan hierarkis.                                      3. Simpul utama keamanan kawasan, tak hanya bertindak di dalam negeri.                                        4. Berbasis data waktu nyata yang terpadu.

Untuk kejahatan siber, kerja sama juga perlu melibatkan pihak swasta dan memanfaatkan teknologi seperti sistem catatan nama penumpang.

Selanjutnya pesan untuk generasi muda Polri, ia berharap perwira muda tak hanya menguasai kejahatan konvensional, tapi juga paham hukum internasional dan teknologi. Kemampuan ini layak dihargai lewat pengembangan karir, mengingat kontribusi di ranah internasional kerap kurang mendapat apresiasi.

 Ke depannya, Irjen Pol. Dr. Chaidir yang juga dosen di Lemanas akan fokus di dunia akademik, mengembangkan tulisan, serta mengkaji isu geopolitik dan keamanan kawasan.

Editor: Jael

Komentar

You must login to comment...