Pertanian dan Peternakan

Perkuat Serapan Gabah, Kementan Fokuskan Peran Penyuluh di Lapangan

6 jam yang lalu
Perkuat Serapan Gabah, Kementan Fokuskan Peran Penyuluh di Lapangan (Foto: Dok. Kementan)

Radarsuara.com - Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat upaya menjaga kedaulatan pangan nasional melalui berbagai program strategis. Salah satunya melalui acara rutin “Ngobrol Asyik bersama Penyuluh Pertanian (Ngobras)” Volume 12 yang digelar pada Selasa (21/04/2026).

Dengan mengangkat tema strategi pemerintah dalam mengoptimalkan penyerapan Gabah Kering Panen (GKP) petani guna mendukung Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Kegiatan ini disiarkan secara daring melalui kanal YouTube @pusluhtanri dan Zoom Meeting, serta diikuti oleh penyuluh dan petani dari seluruh Indonesia.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa sinergi penyuluh dan petani merupakan garda terdepan dalam mewujudkan swasembada pangan. 

“Kita harus memastikan setiap butir gabah petani terserap dengan baik. Pendampingan teknologi dan akses pasar adalah hak petani yang harus dipenuhi agar mereka tetap semangat berproduksi,” tegasnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan pentingnya kualitas hasil panen. 

“Penyuluh harus mampu mengedukasi petani mengenai standar kualitas gabah. Kualitas bukan hanya soal harga, tetapi juga martabat pangan bangsa,” ujarnya.

Plt. Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian, Eko Nugroho Dharmo Putro menambahkan bahwa momentum panen saat ini menjadi peluang penting untuk memperkuat serapan gabah. 

“Penyuluh tidak hanya mendampingi budidaya, tetapi juga mengedukasi standar kualitas gabah serta memfasilitasi koordinasi antara petani, BULOG, dan mitra penggilingan. Ini saatnya bergandengan tangan mewujudkan swasembada beras berkelanjutan,” ujarnya.

Menurut Narasumber Ngobras, Kepala Divisi Pengadaan Beras Bulog, Elis Nurhayati menjelaskan bahwa berdasarkan Inpres Nomor 4 Tahun 2026, Kementan mendapat mandat pendampingan intensif untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas gabah, termasuk penyediaan data harga GKP di lapangan.

HPP GKP ditetapkan sebesar Rp6.500/kg. BULOG memprioritaskan penyerapan di wilayah dengan harga pasar di bawah atau maksimal setara HPP. Selain itu, tim khusus melakukan inspeksi awal terhadap komoditas dari petani atau Poktan/Gapoktan untuk memastikan kualitas sebelum penyerapan.

Hingga 19 April 2026, realisasi penyerapan GKP nasional telah mencapai 4,1 juta ton atau 72,55% dari target 5,739 juta ton tahun 2026. Untuk mempercepat capaian tersebut, pemerintah membentuk Tim Penjemput Pangan (TJP) yang terdiri dari BULOG, TNI, Polri, dan penyuluh pertanian. 

Tim Penjemput Lapangan ini bertugas memastikan gabah dipanen pada waktu tepat serta melakukan pengecekan awal kualitas sebelum masuk gudang. Sehingga, peran penyuluh dinilai krusial dalam mendampingi proses di lapangan, ujarnya.

Elis juga mengingatkan sejumlah hal yang harus dihindari untuk menjaga kualitas gabah, seperti menambah air pada gabah, mencampur dengan benda asing (jerami/sampah), memanen sebelum waktunya, tidak menggunakan blower saat combine harvester, serta penggunaan herbisida untuk mempercepat pematangan secara paksa, tutupnya. (RS) (*/Adv) 

 

Komentar

You must login to comment...