Kisah Sukses Pemuda Desa Bangun Bisnis Sejak Sekolah Hingga Untung Puluhan Juta, Apa Rahasianya?
Thursday, 15 May 2025 11:41 WIB
Dzikri, pengusaha muda. (Foto: Radarsuara.com)
Radarsuara.com - Dzikri, pemuda berusia 21 tahun yang tinggal di Desa Cibitung Kulon, Pamijahan, Kabupaten Bogor sudah membangun bisnis sejak sekolah hingga mendapat keuntungan puluhan juta.
Usaha itu ia bangun sejak duduk di bangku sekolah kelas 2 SMK. Melalui bisnisnya, ia bahkan dapat membantu ekonomi keluarga.
"Dulu orang tua usaha nasi padang, semenjak saya bisnis ya orang tua nggak usah usaha lagi lah kasihan capek, saya yang tanggung semua kebutuhannya," ucap Dzikri saat ditemui Radarsuara.com, Kamis, 15 Mei 2025.
Ia bergerak di bidang bisnis ekspedisi, usaha yang menyediakan layanan pengiriman paket antar kota di Indonesia.
Selain bisnis ekspedisi, Dzikri juga berjualan online di salah satu marketplace, ia menjual produk elektronik.
Total keuntungan bersih perbulan sekitar 6-10 juta, terkadang ia mendapat keuntungan lebih dari 10 juta apabila permintaan pasar sedang naik.
"Alhamdulillah kebutuhan keluarga tercukupi, saya bisa gaji karyawan dan lain-lain, keuntungan bisa puluhan juta, tapi kadang juga 6 juta," tuturnya.
Meski tinggal di daerah pedesaan di Bogor Barat yang jauh dari wilayah perkotaan, Dzikri termotivasi untuk memanfaatkan perkembangan teknologi digital.
Bisnisnya dikembangkan melalui digital marketing yang ia pelajari dari beberapa pelatihan-pelatihan online.
Saat ini, ia masih menjalankan bisnis sambil juga kuliah di salah satu perguruan tinggi. Dzikri berharap pemuda-pemuda di pedesaan ikut sadar akan pentingnya pendidikan dan memanfaatkan peluang perkembangkan teknologi informasi.
Ada beberapa tips yang menurutnya dapat mendorong kesuksesan pemuda-pemuda desa, diantaranya berpikir maju, tidak konservatif, mau belajar dan berjuang.
"Coba hitung berapa pengeluaran pemuda rata-rata di pedesaan, per hari. Rokok misal 20 ribu, bensin untuk main, untuk ini itu. Padahal itu kan bisa untuk modal pelatihan bisnis, atau modal pelatihan pengembangan keahlian kerja," ungkap Dzikri.
"Terus, kita harus berpikir maju, jangan kuno, pemuda harus hapus pikiran kalau kerja itu harus nyari keliling kota, bawa-bawa map coklat. Dagang itu harus beli gerobaknya, harus modal besar, cari lapak. Enggak, sekarang ini zaman teknologi. Mau kerja bisa lamar online, mau bisnis banyak lapak online. Tinggal mau ga belajarnya? Gitu aja," pungkasnya.
Editor: Mahipal
Komentar
You must login to comment...Be the first comment...
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor
1134/DP-Verifikasi/K/X/2023