Nasional

Trump Marah ke Netanyahu Soal Invasi Lebanon, Sampai Sebut Gila

13 jam yang lalu
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump marah ke Israel soal invasi Lebanon. (Foto: Instagram @realdonaldtrump)

Radarsuara.com - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump dilaporkan meluapkan kemarahannya kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu terkait eskalasi militer Israel di Lebanon. Kemarahan tersebut terjadi dalam percakapan telepon yang dilakukan kedua pemimpin pada Senin (1/6) waktu setempat.

Informasi itu diungkapkan oleh dua pejabat Amerika Serikat dan satu sumber lain yang mengetahui isi pembicaraan tersebut kepada media Axios. Menurut laporan itu, Trump menilai operasi militer Israel terhadap kelompok Hizbullah berpotensi menggagalkan upaya diplomasi yang sedang berlangsung dengan Iran sekaligus mengancam keberlangsungan gencatan senjata regional yang masih rapuh.

Dalam percakapan tersebut, Trump disebut menyampaikan teguran keras kepada Netanyahu setelah mengetahui adanya aksi militer Israel di wilayah Lebanon.

“Anda benar-benar gila (You are fucking crazy). Apa yang Anda lakukan?” cetus Trump kepada Netanyahu menurut laporan tersebut, dikutip Selasa, 2 Juni 2026.

Trump mengatakan hal itu kepada Netanyahu setelah mengetahui adanya aksi militer Israel di Lebanon.

Axios juga melaporkan bahwa Trump menyinggung persoalan hukum yang tengah dihadapi Netanyahu. Presiden AS itu mengingatkan bahwa dirinya selama ini secara terbuka memberikan dukungan dan berupaya membantu Netanyahu dalam menghadapi berbagai tekanan politik yang dihadapinya.

Sebelumnya, Trump menyatakan bahwa Israel dan Hizbullah telah mencapai kesepakatan untuk menghentikan pertempuran.

Ia juga mengatakan bahwa pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran kembali berlanjut setelah sempat mengalami kebuntuan akibat serangan Israel di Lebanon.

Melalui unggahan di media sosial, Trump menyebut Netanyahu telah berjanji untuk tidak mengirim pasukan ke pinggiran selatan Beirut sebagaimana ancaman yang sebelumnya disampaikan.

Di sisi lain, Hizbullah disebut telah menyetujui bahwa “semua penembakan akan dihentikan”, sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas dan mencegah meluasnya konflik di kawasan Timur Tengah.

Editor: Mahipal

Komentar

You must login to comment...