Pertanian dan Peternakan

Realisasi Produksi Tanaman Pangan di Bengkalis Masih Rendah

Friday, 23 February 2024 10:00 WIB
Lahan pertanian di Kabupaten Bengkalis (Dok.Bengkalis)

Radarsuara.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis berupaya mengejar target produksi tanaman pangan yang telah ditetapkan melalui rencana strategis Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (TPHP) periode 2021-2026.

Kepala Dinas TPHP Kabupaten Bengkalis, Tarmizi menjelaskan, angka sementara untuk realisasi produksi tanaman pangan khususnya padi di Kabupaten Bengkalis pada tahun 2023 sebesar 17.352,42 ton.
 
Jumlah tersebut, kata dia, masih terpantau jauh. Sebab mengacu kepada tahun terakhir rencana strategis Dinas TPHP 2021-2026 yakni sebesar 30.828,19 ton.
 
"Artinya capaian sampai dengan tahun 2023 terhadap target akhir rencana strategis tahun 2026 hanya sebesar 56,29 persen. Bahkan bila dibandingkan dengan capaian tahun 2022 sebesar 18.752,73 ton maka pada tahun 2023 terjadi penurunan produksi sebesar 1.400,31 ton," ungkap Tarmizi, Jumat 23 Februari 2024.
 
Tarmizi menyebut penurunan produksi ini disebabkan oleh penurunan luas tanam dan luas panen. Termasuk adanya beberapa lokasi yang panen di bulan Januari 2024 yang mengakibatkan panennya bergeser di tahun 2024.
 
Adapun penurunan luas tanam dan luas panen, kata dia, disebabkan oleh beberapa hal diantaranya karena terjadinya gagal semai dan gagal panen akibat banjir dan alih fungsi lahan menjadi tanaman sawit.
 
Selain itu, lanjutnya, hal tersebut juga disebabkan adanya beberapa lahan sawah yang terkena pasang air laut sehingga masuknya air asin ke areal persawahan, tidak adanya keberlanjutan alokasi program IP 200 akibat keterbatasan anggaran dan juga akibat beberapa hal lainnya.
 
"Untuk permasalahan alih fungsi lahan menjadi tanaman sawit, Tarmizi menilai sangat perlu dan segera untuk diterbitkannya peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang keberlanjutan lahan pertanian melalui LP2B (Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan).
 
"LP2B merupakan bidang lahan pertanian yang ditetapkan untuk dilindungi dan dikembangkan secara konsisten guna menghasilkan pangan pokok bagi kemandirian, ketahanan dan kedaulatan pangan nasional," ungkapnya.
 
Mengenai permasalahan gagal semai dan gagal panen yang disebabkan oleh adanya beberapa lahan sawah yang terkena pasang air laut sehingga masuknya air asin ke areal persawahan.
 
Tarmizi pun mengajak dan mengimbau kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bengkalis maupun instansi terkait lainnya dapat membangun tanggul penahan air laut di pesisir pantai yang berhubungan langsung dengan areal persawahan, sehingga petani dapat memanfaatkan lahan pertaniannya dengan maksimal.
 
"Begitu juga halnya dengan permasalahan penurunan produksi padi yang disebabkan oleh tidak adanya keberlanjutan alokasi program IP 200 akibat keterbatasan anggaran," jelasnya
 
"Kami memohon kepada Bappeda secara bersama-sama kiranya dapat mengalokasikan anggaran serta mencari sumber pendanaan lainnya untuk program IP 200 tersebut," imbuhnya. 
 
Penulis : Dony PH
Editor.   : Khaeul Umam

Komentar

You must login to comment...