Kabid Perikanan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bogor, Linda Yusilawati mengaku, pihaknya hanya memiliki 20 binaan kelompok budidaya ikan (Pokdakan) sebagai penghasil ikan.
Dengan pokdakan binaan yang ada, lanjutnya, Kota Bogor hanya mampu produksi ikan sebanyak 5.000 ton per tahun. Dan jumlah itu belum mampu memenuhi kebutuhan warga yang berjumlah sekitar 1,5 juta jiwa.
Dijelaskan Linda, kebutuhan ikan konsumsi di Kota Bogor mencapai 100 ribu ton dalam setahun. Dengan begitu jumlah produksi ikan yang ada hanya mampu mengcover 5 persen kebutuhan masyarakat.
"Ya, jadi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat kita masih mengandalkan kiriman dari luar, untuk ikan lautnya itu ada 3 perusahaan yang memasok ke Kota Bogor seperti ke pasar dan ke pengolah, itu bisa membantu," kata Linda.
Linda menambahkan, minimnya produksi ikan di Kota Bogor karena lahannya yang terbatas sehingga tidak bisa dijadikan sebagai produsen.
"Lahan di kita itu sempit, pembudidaya paling punya kolam 5 atau 10 unit, atau pakai terpal pun kondisinya gak banyak berbeda dengan di Kabupaten Bogor yang memang sudah memiliki kawasan khusus produksi ikan," tambahnya.
Selain itu kata dia, pemerintah juga tidak bisa melakukan intervensi dalam pemasaran, kadang yang produksi di dalam kota jualnya ke kabupaten, tapi untuk kebutuhan Kota Bogor malah dipasok dari luar daerah.
"Untuk pemasaran itu pedagang sudah memiliki strategi masing-masing dan tidak bisa di intervensi, termasuk untuk harga, kita tidak bisa memastikan karena mereka jika memiliki langganan yang membeli lebih mahal maka meraka akan menjual ke sana," tandasnya.
Penulis : Asep Supriyanto
Editor. : Khaerul Umam