Dosen Tamu Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Firman Jatnika. (Foto: Radarsuara.com/Mahipal)
Radarsuara.com - Lebih dari 70 persen kredit atau pembiayaan yang disalurkan Bank Syariah Indonesia (BSI) mengalir kembali ke kepentingan negara melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan unit usaha yang berada di bawahnya.
Kondisi ini menunjukkan kuatnya keterkaitan antara perbankan syariah dengan unit-unit usaha dari badan usaha milik negara lainnya.
Hal tersebut disampaikan Dosen Tamu Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Firman Jatnika, saat ditemui Radarsuara.com di Jakarta, pada 3 Februari 2026.
Menurut Firman, dominasi pembiayaan ke BUMN mencerminkan struktur penyaluran dana bank syariah yang masih terkonsentrasi.
“Jadi kalau kita lihat, lebih dari 70 persen kredit atau pembiayaan bank syariah itu masuk lagi ke kepentingan negara, dalam tanda kutip, melalui Badan Usaha Milik Negara dan usaha-usaha yang dimilikinya,” kata Firman.
Firman menjelaskan, konsentrasi pembiayaan ke BUMN di satu sisi menunjukkan peran penting bank syariah dalam mendukung program dan proyek negara.
Namun di sisi lain, kondisi ini juga menjadi catatan penting terkait pemerataan pembiayaan, khususnya bagi sektor swasta dan usaha kecil menengah yang masih membutuhkan akses pendanaan syariah.
Menurut pengamatan Firman, BSI telah melakukan langkah nyata dalam upaya pemerataan pembiayaan, yaitu bekerja sama dengan beberapa Organisasi Masyarakat (Ormas) Islam, salah satunya Muhammadiyah.
“BSI telah melakukan kerja sama dengan PT Muhammadiyah untuk menyalurkan pembiayaan,” jelasnya.
Selain Muhammadiyah, Firman melihat BSI juga merangkul beberapa Ormas lainnya dan menjalin kerja sama yang baik.
“Jadi hampir semuanya (Ormas-ormas), karena Komut BSI memerintahkan BSI menjangkau sampai ranah lokal,” pungkasnya.***
Penulis: Mahipal
Komentar
You must login to comment...Be the first comment...
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor
1134/DP-Verifikasi/K/X/2023