Pertanian dan Peternakan

Investasi Sapi Bertambah, 1.383 Sapi Perah Tiba di Cilacap dan Dikelola Peternak Mitra

Monday, 02 February 2026 10:21 WIB
Investasi Sapi Bertambah, 1.383 Sapi Perah Tiba di Cilacap dan Dikelola Peternak Mitra (Foto: Dok. Kementan)

Radarsuara.com - Sebanyak 1.383 ekor sapi perah hasil investasi tiba di Pelabuhan Tanjung Intan, Cilacap, Jawa Tengah, Minggu (1/2/2026). Rinciannya, 1.094 ekor dikelola PT Lunar Chemplast dan 289 ekor dikelola PT Mazaraat Lokanatura Indonesia sebelum ditempatkan pada jaringan peternak mitra.

Kedatangan sapi ini melanjutkan realisasi investasi 2025 yang telah menghadirkan 33.955 ekor sapi ke berbagai daerah, terdiri atas 13.544 sapi perah dan 20.411 sapi pedaging. Tambahan sapi perah produktif ini segera memperkuat produksi susu segar nasional sekaligus menambah aset ternak di kandang rakyat.

Direktur Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Hendra Wibawa, menegaskan pentingnya pengawasan karantina dan kesehatan hewan sebelum sapi ditempatkan pada peternak.

“Sebanyak 1.383 ekor sapi ini diterima dalam keadaan sehat. Seluruhnya telah diperiksa oleh petugas karantina yang bertugas pada saat kedatangan. Namun untuk memastikan keamanan, tetap dilakukan karantina selama 14 hari, dilanjutkan pengambilan sampel untuk mendeteksi penyakit, serta vaksinasi, khususnya vaksin lumpy skin disease dan Penyakit Mulut dan Kuku.”

Badan Karantina Indonesia melalui Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Jawa Tengah memastikan sapi impor asal Australia yang masuk melalui pelabuhan ini memenuhi persyaratan karantina dan bebas dari Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK). Tindakan karantina lanjutan dilakukan di Instalasi Karantina Hewan (IKH) Cilacap selama 14 hari.

Penanggung Jawab Satuan Pelayanan Pelabuhan Laut Tanjung Intan Cilacap, Yohanes Kristiawan Artanto, menambahkan:
“Setelah selesai masa karantina dan sapi dinyatakan sehat serta bebas dari HPHK, akan diterbitkan sertifikat pelepasan sebagai syarat agar sapi dapat dipelihara secara aman dan sesuai prosedur.”

Kedatangan sapi impor ini juga disambut positif oleh Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Agung Suganda.
“Sapi-sapi ini bukan sekadar tambahan populasi. Ini adalah investasi strategis untuk memperkuat fondasi susu nasional dari kandang peternak rakyat. Kita ingin peternak kita naik kelas dengan genetika yang lebih baik dan produktivitas yang lebih tinggi,” kata Agung.

Sepanjang 2025, pola investasi sapi dilakukan melalui joint shipment dan titip pelihara dengan melibatkan koperasi serta peternak. Susu yang dihasilkan terhubung ke industri pengolahan susu sehingga memberi kepastian pasar sekaligus pendampingan manajemen pemeliharaan.

Kementerian Pertanian berharap kedatangan ribuan sapi perah ini dapat meningkatkan produksi susu segar dalam negeri serta mendukung pemenuhan gizi masyarakat secara berkelanjutan. (*/Adv)

 

Komentar

You must login to comment...

RadarSuara Logo

Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor
1134/DP-Verifikasi/K/X/2023

Tag Terpopuler