Magelang Perluas Kerja Sama Daerah untuk Tekan Inflasi Pangan
Tuesday, 23 September 2025 18:01 WIB
Pemkot Magelang intensifkan KAD (Foto: Situs resmi Pemkot Magelang)
Radarsuara.com - Pemerintah Kota Magelang mengintensifkan kolaborasi antar daerah (KAD) dan mengoptimalkan lembaga ekonomi pangan sebagai strategi pengendalian inflasi.
Langkah ini ditegaskan Wali Kota Magelang Damar Prasetyono saat memimpin High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Magelang di Kantor Pemkot, Selasa, 23 September 2025.
Acara tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Sri Harso, Sekda Kota Magelang Hamzah Kholifi, Deputi Direktur BI Kantor Perwakilan Provinsi Jateng Gunawan Wicaksono, jajaran Forkopimda, Bulog, serta kepala OPD terkait.
Sebagai daerah nonpenghasil pangan, Kota Magelang mengandalkan KAD yang sudah terjalin dengan Boyolali, Purworejo, dan Kabupaten Magelang. Kolaborasi itu akan diperluas ke Temanggung, Wonosobo, dan Kabupaten Semarang.
“Untuk mendukung KAD, Kota Magelang perlu membentuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan Badan Usaha Milik Petani (BUMP). BUMP memperkuat petani di tingkat mikro, sementara BUMD berperan sebagai pengatur pasar dan stabilisator makro,” ujar Damar.
Selain memperkuat KAD, Pemkot akan memperluas jangkauan Toko Kendali/TPID di pasar-pasar tradisional. Saat ini fasilitas baru ada di Pasar Rejowinangun, namun pada 2026 akan ditingkatkan dengan dukungan Bank Indonesia Jateng.
Damar juga menginstruksikan seluruh OPD untuk memperkuat gerakan menanam, program pangan murah, pemantauan harga dan stok harian, memperluas peran BUMD, memberikan subsidi air minum PDAM, menyediakan kredit murah 3% dari BPR Bank Magelang, serta mengalokasikan anggaran dan bantuan sosial demi menjaga daya beli masyarakat.
“Dengan sinergi TPID, OPD, BUMD, BUMP, dan dukungan BI, inflasi di Kota Magelang dapat terkendali dan kesejahteraan masyarakat terjaga,” tegasnya.
Asisten Sekda Bidang Perekonomian dan Pembangunan Chrisatrya Yonas Nusantrawan Bolla menambahkan, TPID terus berkomitmen menjaga inflasi melalui koordinasi lintas sektor.
“Penguatan KAD dan pembentukan lembaga ekonomi pangan seperti BUMP dan BUMD, akan menjadi kunci menjaga stabilitas harga,” kata Yonas.
Menurutnya, langkah konkret TPID Kota Magelang bukan hanya menjaga ketersediaan pasokan dan distribusi, tetapi juga memastikan masyarakat mendapat akses pangan dengan harga terjangkau.
Hal senada disampaikan Sekretaris Daerah Kota Magelang Hamzah Kholifi pada kegiatan Capacity Building Optimalisasi Peran BUMD/BUMP dalam Mendukung Ketahanan Pangan Jawa Tengah di Hotel Atria, Kamis (18/9/2025).
Hamzah menegaskan pentingnya pembentukan BUMD pangan dan BUMP sebagai instrumen strategis pengendalian inflasi.
“BUMD bertindak sebagai pengatur pasar dan stabilisator makro, sedangkan BUMP memperkuat posisi petani di tingkat mikro. Sinergi keduanya akan memastikan pasokan terjaga, harga stabil, distribusi lebih pendek, dan inflasi terkendali,” ujarnya.
Hamzah memerintahkan TPID Kota Magelang mengkaji pembentukan BUMD dan BUMP, memberi penugasan pada BUMD existing sebagai stabilisator pangan, serta memperkuat kelembagaan kelompok tani sebagai bagian dari pengendalian inflasi daerah.
Editor: Mahipal
Komentar
You must login to comment...Be the first comment...
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor
1134/DP-Verifikasi/K/X/2023