Dorong Swasembada Pangan, Menko Zulkifli Hasan Gandeng IPB University
Monday, 28 October 2024 20:02 WIB
Menko Pangan, Zulkifli Hasan bersama Rektor IPB University, Arif Satria, saat panen melon di ATP IPB University. (Dok: Radarsuara.com)
Radarsuara.com - Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, melakukan kunjungan ke Institut Pertanian Bogor (IPB) University pada Senin, 28 Oktober 2024.
Kunjungan itu menjadi yang pertama baginya sejak menjabat sebagai Menko Pangan, dengan tujuan memperkuat kolaborasi dalam mewujudkan swasembada pangan nasional melalui pemanfaatan teknologi dan kerja sama lintas sektoral.
“Kunjungan pertama saya ke IPB karena di sini adalah pusatnya. Kita punya orang-orang pintar, teknologi, dan benih unggul. Tantangan utama adalah kolaborasi dan menghilangkan ego sektoral,” ujar Zulkifli Hasan, dikutip pada Senin, 28 Oktober 2024.
Menurutnya, IPB adalah pusat inovasi dengan sumber daya manusia (SDM) dan teknologi unggul yang mampu mendukung program swasembada pangan yang diusung oleh Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Zulkifli menargetkan swasembada pangan dapat tercapai dalam empat tahun, bahkan diupayakan lebih cepat sesuai usulan Menteri Perdagangan Budi Santoso.
Menurut Zulkifli, kunci utama pencapaian ini adalah kolaborasi dan sinergi antara kementerian, lembaga, dan perguruan tinggi.
"Dan sekali lagi memang semua kita sudah punya, kata kunci sekarang adalah kolaborasi, kerja sama. Maka saya datang ke IPB, agar mendapat dukungan penuh dari teman-teman di sini, peneliti, para ahli, agar kita bisa swasembada dalam empat tahun," ungkapnya.
Zulkifli juga menggarisbawahi pentingnya kontribusi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Kementerian Pekerjaan Umum (PU), dan kampus seperti IPB.
“Tidak bisa Kementan saja, kita butuh dukungan riset dari BRIN, pengairan dari PU, dan penelitian di kampus-kampus seperti IPB,” jelasnya.
Menurutnya, teknologi adalah kunci untuk meningkatkan produktivitas, bahkan pada lahan sempit sekalipun.
“Ruang kecil saja produksinya bisa banyak jika teknologi yang diterapkan benar,” tambahnya.
Dalam kunjungan tersebut, Zulkifli turut memanen golden melon di Agribusiness Technology Park (ATP) IPB dan berharap produk hortikultura lokal, termasuk buah-buahan, dapat mendominasi pasar dalam negeri.
“Agar buah-buahan Indonesia merajai, di negeri sendiri. Ini kan IPB, banyak sekali varietas-varietas dalam dukungan pemerintah sendiri,” ujarnya.
Rektor IPB University, Arif Satria, menyambut baik arahan dari Zulkifli dan mengapresiasi dukungan untuk program-program IPB.
Ia menekankan pentingnya investasi dalam sektor teknologi, benih unggul, dan pendampingan bagi petani untuk meningkatkan produktivitas pertanian.
Arif menjelaskan bahwa varietas padi IPB 3S, yang dikembangkan oleh IPB, mampu menghasilkan hingga 12 ton per hektare, jauh di atas rata-rata nasional 5-6 ton per hektare.
Menurut Arif, IPB telah menguji coba pendampingan petani di Subang, Jawa Barat, yang menghasilkan peningkatan produksi hingga 32 persen berkat teknologi digital seperti drone dan pendampingan intensif.
“Secanggih apa pun teknologi dan varietas unggul, tanpa pendampingan, hasilnya tidak optimal. Setiap varietas memiliki karakteristik budidaya yang unik,” jelas Arif.
IPB juga mendukung program makan bergizi gratis sebagai bagian dari program pemerintah, dengan Arif menyatakan kesiapan IPB untuk memberikan dukungan penuh.
“IPB siap mendukung program pemerintah dan mengerahkan teknologi serta SDM kami untuk mencapai swasembada pangan,” ungkapnya.
Editor: Mahipal
Komentar
You must login to comment...Be the first comment...
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor
1134/DP-Verifikasi/K/X/2023