Pertanian dan Peternakan

Politani Payakumbuh Dorong Pertanian Berkelanjutan Lewat Green Economy

Wednesday, 09 October 2024 09:47 WIB
"Ilustrasi" Politani Payakumbuh dorong pertanian berkelanjutan untuk petani kopi di Sumatera Barat. (Foto: pixabay.com)

Radarsuara.com - Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh (Politani Payakumbuh) memperkenalkan praktik green economy dengan memfokuskan pada pertanian berkelanjutan di Jorong Padang Kuniang Nagari Situjuah Gadang, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatra Barat. 

Inisiatif ini melibatkan metode pertanian organik dan agroforestri untuk mendukung petani kopi dan bengkel kopi "Uda Parjock" dalam menjaga kesehatan tanah, mengurangi penggunaan pestisida kimia, serta melestarikan keanekaragaman hayati.

Program ini merupakan bagian dari kegiatan Pengabdian Masyarakat melalui skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) 2024 yang dipimpin oleh Wakil Direktur I Bidang Akademik Politani Payakumbuh, Jamaluddin. 

Ia menyatakan bahwa integrasi prinsip-prinsip green economy dapat meningkatkan kualitas hidup petani kopi, serta mengoptimalkan hasil pertanian tanpa merusak lingkungan. 

"Politani Payakumbuh selalu hadir di tengah masyarakat untuk memaksimalkan kegiatan tridarma perguruan tinggi, dengan mengedukasi petani tentang praktik pertanian yang berkelanjutan," ujar Jamaluddin dikutip pada Rabu, 9 Oktober 2024.

Sebagai bentuk dukungan konkret, Politani Payakumbuh menyerahkan mesin penyangrai kopi kepada kelompok tani Palito Organik. Mesin ini diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah produk kopi, memungkinkan petani menjual biji kopi sangrai dengan harga lebih tinggi. 

Selain itu, penguasaan teknik roasting akan memberikan keahlian baru bagi petani, memperluas peluang kerja di sektor kopi.

Ketua PKM Politani Payakumbuh, Rince Alfia Fadri, menambahkan bahwa inovasi teknologi seperti pemantauan tanaman akan membantu petani mengelola kebun mereka dengan lebih efisien dan produktif. 

"Dengan peran aktif di masyarakat, kami berharap Politani Payakumbuh dapat menjadi motor penggerak perubahan positif dan meningkatkan kesejahteraan komunitas," ujarnya.

Ketua kelompok tani Palito Organik, Dasrizal, menyambut baik program ini, terutama dalam meningkatkan kualitas green beans.

Menurutnya, dukungan teknologi pengolahan sangat penting untuk menghadapi tantangan sertifikasi kopi yang kerap menilai rendah kualitas produk lokal.

Editor: Mahipal

Komentar

You must login to comment...