Pertanian dan Peternakan

Di Ngobras Kementan Jabarkan Penggunaan Varietas Unggul Dapat Tingkatkan Produktivitas

Wednesday, 09 October 2024 08:39 WIB
Di Ngobras Kementan Jabarkan Penggunaan Varietas Unggul Dapat Tingkatkan Produktivitas (Foto: Dok. Kementan)

Radarsuara.com - Kementan Pertanian (Kementan) dengan program-program andalannya terus meningkatkan produksi dan produktivitas. Hal ini guna peningkatan kesejahteraan para petani di seluruh Indonesia.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman mengatakan bahwa potensi pertanian Indonesia sangat besar untuk menyediakan pangan secara berdaulat yakni tanpa impor.

Faktanya, dulu Indonesia impor bawang merah, tapi sejak 2017 berhasil membalik keadaan yakni ekspor ke berbagai negara.

“Pangan kita tidak bisa bersaing dengan negara lain tanpa teknologi. Berkat kemajuan teknologi yang kita hasilkan sendiri, kita tingkatkan lagi ekspor. Ekspor komoditas hortikultura ke berbagai negara,” ujar Mentan Amran.

Mentan Amran juga menekankan perlunya peningkatan ekspor produk pertanian untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan raih devisa negara. Tentunya hal ini tidak sekedar retorika, tetapi benar-benar nyata diwujudkan.

Sementara, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSSDMP) mengatakan bahwa hortikultura merupakan salah satu subsektor pertanian yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan di Indonesia, mengingat keberagaman agroklimat dan sumber daya alam yang kita miliki. 

Guna memaksimalkan potensi tersebut, penggunaan varietas unggul menjadi kunci utama dalam meningkatkan produktivitas, kualitas, serta daya saing produk hortikultura kita di pasar domestik maupun internasional, sebut Santi.

“Dengan menggunakan varietas unggul, para petani dapat memaksimalkan hasil per satuan luas lahan, sehingga meningkatkan efisiensi dan daya saing. Produktivitas yang tinggi ini juga dapat menekan biaya produksi per unit, yang pada gilirannya meningkatkan margin keuntungan petani”, ujar Santi lagi.

Kabadan Santi berharap kualitas produk yang lebih baik dapat meningkatkan hasil panen dan varietas unggul juga biasanya dirancang untuk memiliki kualitas produk yang lebih baik.

Seperti rasa, ukuran, warna, serta daya tahan terhadap kerusakan pasca panen dan memperluas akses ke pasar premium, baik dalam negeri maupun ekspor. 

Pada acara Ngobrol Asyik (Ngobras) volume 33, Selasa (08/10/2024) bertemakan peran "Varietas Unggul Dalam Meningkatkan Daya Saing Hortiukultura", menghadirkan narasumber Ketua Kelompok Pengawasan Mutu Benih (PMB), Direktorat Perbenihan Hortikultura, Ditjen Hortikultura, Langgeng Muhono.

Langgeng mengungkapkan jika benih adalah pondasi awal bagi pertanian. Kesuksesan atau kegagalan pertanian bermula dari benih.

Dalam upaya mendukung ketahanan pangan terhadap ancaman perubahan iklim, benih memiliki peran sentral. 

“Sehingga diperlukan benih bermutu dari varietas tahan kekeringan atau banjir, serta suhu ekstrim," ucap Langgeng.

Selain itu perubahan iklim juga menyebabkan anomali cuaca yang berpotensi menyebabkan eksplosi serangan hama penyakit tanaman atau Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT).

Penggunaan benih yang sehat dan bersertifikat dapat menjamin bahwa benih tersebut tidak menjadi media pembawa OPT”, jelasnya.

Terakhir, Langgeng mengungkapkan jika perbenihan hortikultura mempunyai visi yaitu terpenuhinya kebutuhan benih bermutu dari varietas unggul mendukung pengembangan hortikultura yang berdaya saing dan berkelanjutan.

Benih bermutu juga merupakan salah satu syarat utama dalam memaksimalkan hasil produksi.

Kriteria varietasnya sudah terdaftar untuk peredaran dapat diperbanyak melalui sistem atau proses sertifikasi dan mempunyai mutu genetik serta fisiologis.

Selain juga fisik serta kesehatan yang sesuai dengan standar mutu atau persyaratan teknis minimal,” pungkasnya. (HV/NF)

 (*/Adv) 

Komentar

You must login to comment...