Pertanian dan Peternakan

Dampak Kenaikan Harga Padi di OKU Timur, Nilai Tukar Petani Membaik

Sunday, 15 September 2024 13:36 WIB
"Ilustrasi" Nilai tukar petani di OKU Timur 2024 mencapai 105,82. (Foto: pixabay.com/ignartonosbg)

Radarsuara.com - Nilai Tukar Petani (NTP) di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatra Selatan, tercatat berada di angka 105,82 pada semester pertama tahun 2024. 

Angka itu menunjukkan kondisi yang baik bagi petani di wilayah tersebut. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) OKU Timur, Budiriyanto, mengonfirmasi hal tersebut dalam pernyataannya di Martapura.

"NTP OKU Timur untuk semester pertama 2024 berada di level baik di angka 105,82," kata Budi. 

Ia menjelaskan, angka ini merupakan hasil dari NTP Ketahanan Pangan yang mencapai 100,60 dan NTP Perkebunan Rakyat sebesar 112,58.

Kenaikan NTP ini dipengaruhi oleh naiknya harga komoditas pertanian, terutama pada tanaman padi. Menurut Budi, harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk beras di Gudang Bulog telah disesuaikan setelah pencabutan batas atas penetapan harga, di mana harga Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat petani naik menjadi Rp6.000 per kilogram dan Gabah Kering Giling (GKG) di penggilingan menjadi Rp7.400 per kilogram, meningkat sekitar 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Perubahan harga ini menjadi kabar baik bagi petani di OKU Timur, terutama setelah sebelumnya HPP untuk GKP hanya Rp5.100 per kilogram dan GKG Rp6.200 per kilogram. 

"Kenaikan harga ini tentu menjadi angin segar bagi petani di wilayah kami," tambahnya, dikutip dari antaranews pada Minggu, 15 September 2024.

Sementara itu, Bupati OKU Timur Lanosin Hamzah menyatakan bahwa NTP merupakan indikator penting untuk mengukur kesejahteraan petani. 

"NTP mencerminkan daya tukar produksi pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi petani. Meningkatnya NTP dapat mendorong semangat petani untuk meningkatkan produktivitas," ujarnya.

Dengan dukungan infrastruktur, sistem pompanisasi, dan distribusi pupuk yang memadai, Lanosin berharap petani di OKU Timur semakin bersemangat dalam bercocok tanam.

Editor: Mahipal

Komentar

You must login to comment...