Pertanian dan Peternakan

Lakukan Pengabdian Masyarakat, Mahasiswa UNAIR Dorong Pencegahan Penyakit LSD pada Hewan Ternak

Sunday, 28 July 2024 15:15 WIB
Mahasiswa UNAIR dorong gerakkan pencegahan penyakit LSD pada hewan ternak di Desa Kalipait, Banyuwangi, Jawa Timur. (Dok: Unair.ac.id)

Radarsuara.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata dari Universitas Airlangga (UNAIR) melakukan kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Kalipait, Banyuwangi, Jawa Timur.

Dalam kegiatan itu, mereka bekerja sama dengan Kelompok Ternak Al-Barokah untuk menerapkan langkah-langkah preventif dalam mencegah penyebaran penyakit Lumpy Skin Disease (LSD) pada sapi. 

Kegiatan itu meliputi pembersihan kandang dan pengolahan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik.

LSD, atau yang dikenal masyarakat sebagai penyakit "Lato-Lato," disebabkan oleh Lumpy Skin Disease Virus. Penyakit ini ditandai dengan munculnya benjolan pada kulit sapi, terutama di bagian leher, punggung, dan perut. 

Satria Jati Pangestu Putra, Ketua KKN UNAIR di Desa Kalipait, menyampaikan bahwa sapi yang terinfeksi juga menunjukkan gejala seperti kehilangan nafsu makan, lemas, lesu, dan penurunan produksi susu. 

"Penyakit ini dapat menular secara langsung melalui kontak dengan lesi kulit, air liur, darah, dan susu dari sapi yang terinfeksi, serta secara tidak langsung melalui peralatan kandang atau jarum suntik yang terkontaminasi," ujar Satria.

Dalam pelaksanaan program ini, mahasiswa UNAIR mendapatkan bimbingan dari Arif Budi Santoso, seorang penyuluh lapangan dari Taman Nasional Alas Purwo. 

Arif menekankan pentingnya menjaga kebersihan kandang dan penggunaan desinfektan untuk mencegah penularan penyakit. 

"Kita harus mengupayakan target pembangunan berkelanjutan mengenai kehidupan yang sehat dan sejahtera serta menjaga ekosistem darat," jelasnya.

Selain itu, mahasiswa juga melakukan pengolahan pupuk organik dari kotoran sapi untuk mengurangi pencemaran lingkungan.

"Pengolahan pupuk organik ini tidak hanya membantu mencegah pencemaran, tetapi juga meningkatkan kesuburan tanah," ungkap Satria. 

Pihak mahasiswa UNAIR berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan pemahaman masyarakat tentang praktik peternakan yang sehat dan berkelanjutan, serta mempertahankan kelestarian lingkungan, khususnya di sekitar kawasan konservasi Taman Nasional Alas Purwo yang juga memiliki satwa liar yang berisiko tertular LSD.

Dengan inisiatif ini, mahasiswa UNAIR dan peternak lokal berharap dapat bersama-sama melindungi kesehatan ternak dan lingkungan di Desa Kalipait.

Penulis: Mahipal

Komentar

You must login to comment...