BIOMASTOR: Inovasi Canggih Mahasiswa UNEJ untuk Peternakan Berkelanjutan
Tuesday, 16 July 2024 11:00 WIB
Mahasiswa Unej buat inovasi teknologi BIOMASTOR. (Dok: unej.ac.id)
Radarsuara.com - Dalam upaya menciptakan peternakan berkelanjutan yang ramah lingkungan, lima mahasiswa dari Fakultas Pertanian Universitas Jember berhasil mengembangkan teknologi inovatif bernama Biopond Machine Black Soldier Fly Maggot Separator (BIOMASTOR).
Tim yang terdiri dari Billah Noer Amien, Sylica Hersy Govenia, Siti Nuraini, Moh Rafli Rizal Andriansyah, dan Muchammad Rizki Fermanda, dengan bimbingan dosen bernama Ratih Apri Utami, mereka merancang teknologi ini melalui Program Kreativitas Mahasiswa Penerapan IPTEK (PKM-PI).
Ketua tim PKM-PI, Billah Noer Amien, menjelaskan bahwa BIOMASTOR memiliki tiga tingkatan, tingkat atas berupa biopond untuk budidaya maggot yang dapat dibuka ke bawah, tingkat kedua berupa ayakan untuk memisahkan hasil penguraian maggot, dan tingkat bawah berupa wadah penampung residu penguraian maggot.
“Dengan teknologi ini, kami mengintegrasikan peternakan ayam dan maggot BSF melalui pemanfaatan limbah kotoran ayam sebagai pakan maggot. Maggot BSF menguraikan limbah tersebut dan menghasilkan residu yang dikenal sebagai kasgot, sementara maggot dewasa dihasilkan dari proses ini,” jelas Billah dikutip pada Selasa, 16 Juli 2024.
Billah juga menambahkan bahwa penerapan teknologi BIOMASTOR telah meningkatkan diversifikasi produk budidaya, mulai dari telur dan daging ayam, maggot segar (dewasa), baby maggot, hingga kasgot.
“Maggot segar bisa digunakan sebagai alternatif pakan unggas pengganti konsentrat, sementara kasgot berfungsi sebagai pupuk organik. Budidaya maggot dengan limbah kotoran ayam memerlukan waktu 14 hari dan menghasilkan 20 kg kasgot per panen,” tambahnya.
Teknologi ini diterapkan di Ahmad Hidayah Farm, sebuah mitra usaha yang dipilih karena aktivitas budidayanya yang melibatkan maggot BSF dan ayam KUB (Kampung Unggulan Balitbangtan). Peternakan ini sudah beroperasi sejak tahun 2018.
“Ahmad Hidayah Farm menghadapi kendala seperti peralatan manual, pengelolaan limbah yang tidak optimal, dan biaya pakan konsentrat yang tinggi. BIOMASTOR hadir sebagai solusi untuk meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan operasional peternakan,” ujar Billah.
Ia berharap keberhasilan teknologi BIOMASTOR ini dapat menginspirasi dan menjadi contoh bagi peternak lain di Jember dan sekitarnya untuk mengadopsi prinsip pertanian terpadu yang modern dan ramah lingkungan.
Baihaqi, pemilik Ahmad Hidayah Farm, menyatakan bahwa teknologi BIOMASTOR sangat membantu meningkatkan hasil usahanya.
“Hemat waktu dan biaya, kami berharap teknologi ini bisa diadopsi peternak lain untuk mendukung program peternakan berkelanjutan,” pungkasnya.
Penulis: Mahipal
Komentar
You must login to comment...Be the first comment...
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor
1134/DP-Verifikasi/K/X/2023