Pertanian dan Peternakan

Kolaborasi BRIN dan Pemkot Semarang: Menggali Potensi Pertanian Pesisir

Sunday, 07 July 2024 10:15 WIB
Pemkot Semarang dan BRIN berkolaborasi dengan Pemkot Semarang. (Dok: brin.go.id)

Radarsuara.com -

Radarsuara.com - Kota Semarang memiliki potensi besar dalam pengembangan lahan sawah di pesisir. Untuk memaksimalkan potensi ini, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bekerja sama dengan Pemerintah Kota Semarang, Kementerian Pertanian, dan Yayasan Tasnim, menginisiasi penelitian pertanian berkelanjutan.

Melalui program yang diinisiasi oleh BRIN dan Dinas Pertanian Kota Semarang, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keberlanjutan sektor pertanian dengan fokus pada penggunaan varietas padi unggul di Indonesia.

Tri Martini Patria, Peneliti Pusat Riset Sistem Produksi Berkelanjutan dan Penilaian Daur Hidup BRIN, menjelaskan bahwa BRIN menawarkan paket teknologi yang meliputi penghitungan indeks keberlanjutan, pemanfaatan petasol dari teknologi pirolisis multikondensor, aplikasi pupuk spesifik lokasi, dan penelitian varietas padi adaptif di lahan salin.

"Penelitian indeks keberlanjutan ini bertujuan untuk menciptakan keberlanjutan lingkungan dan sosial dalam sektor pertanian, khususnya di lahan marginal," ucap Tri dikutip pada Minggu, 7 Juli 2024.

Vina Eka Aristya, Peneliti Pusat Riset Tanaman Pangan BRIN, menambahkan bahwa varietas padi yang digunakan adalah Biosalin 1 dan 2, yang telah terdaftar sebagai Varietas Unggul dengan benih BS (benih penjenis) berlabel kuning yang didapat dari Yayasan Tasnim. Yayasan ini bermitra dengan peneliti ORPP BRIN dalam pemuliaan varietas tersebut.

"Penelitian pemuliaan tanaman padi ini sudah dimulai sejak 2020 di Balai Besar Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian di Cimanggu, Bogor. Sementara penangkaran benih dilakukan oleh Yayasan Tasnim untuk menghasilkan benih berlabel putih dan ungu," jelas Vina.

Kolaborasi ini ditandai dengan penanaman benih padi di lahan rob di Mangunharjo, Kecamatan Tugu, Kota Semarang. Penelitian ini juga meliputi penggunaan pupuk spesifik area salinitas dan pemanfaatan varietas padi Biosalin 1 dan 2.

Selain itu, pemasangan alat deteksi curah hujan dan pemantauan cuaca akan melengkapi riset ini, yang melibatkan BRIN (OREM, ORPP, dan ORHL), BRIDA, Dinas Pertanian, dan Dinas LH.

Somali, penangkar benih dari Yayasan Tasnim, berbagi pengalaman menanam Biosalin 1 dan 2 di pesisir Jawa Barat dan Banten. 

"Kombinasi teknologi pupuk dan benih padi yang dirancang khusus ini akan sangat bermanfaat bagi lahan marginal," ujarnya.

Area pesisir dengan salinitas tinggi sering terpengaruh oleh laut, seperti pasang surut dan angin laut. 

"Dengan kandungan natrium dan kadar garam yang tinggi, inovasi dalam pupuk dan varietas padi adaptif sangat penting untuk mempertahankan dan memperluas lahan penghasil pangan," pungkasnya.

Penulis: Mahipal

Komentar

You must login to comment...