Pemprov Jabar Targetkan Peningkatan Produksi Gabah Kering Giling Mencapai 11 Juta Ton di Tahun 2024
Thursday, 04 July 2024 09:01 WIB
Sekretaris Daerah Pemprov Jawa Barat, Herman Suryatman saat meninjau pompanisasi di Desa Wanasari, Kecamatan Bangodua, Kabupaten Indramayu. (Dok: jabarprov.go.id)
Radarsuara.com - Produksi gabah kering giling (GKG) di Jawa Barat ditargetkan meningkat dari 9 juta ton menjadi 11 juta ton pada tahun 2024. Upaya ini dilakukan melalui program perluasan areal tanam menggunakan sistem pompanisasi yang diterapkan di 27 kabupaten/kota.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, menyatakan komitmen ini saat memantau pelaksanaan program pompanisasi di Desa Wanasari, Kecamatan Bangodua, Kabupaten Indramayu.
Herman menekankan pentingnya kerjasama antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota untuk mencapai target produksi ini.
"Pompanisasi adalah sistem irigasi sawah dengan pipa yang mengambil air dari sungai dan air tanah, memastikan ketersediaan air selama musim kering. Dengan program ini, kami optimis produksi gabah dapat ditingkatkan signifikan," ucap Herman dikutip pada Kamis, 4 Juli 2024.
Program pompanisasi sudah mulai berjalan efektif di Jawa Barat dengan dukungan dari pemerintah pusat berupa 7 ribu alat pompanisasi. Hingga saat ini, sekitar 1.900 pompa sudah dioperasikan, sementara sisanya sedang dalam proses akselerasi.
Herman langsung memantau pelaksanaan pompanisasi di lahan seluas 75 hektare di Desa Wanasari, dengan 20 hektare di antaranya telah diairi menggunakan pompa. Untuk mencapai target produksi, pemerintah provinsi berencana mengirimkan lebih banyak alat pompa dalam waktu dekat agar seluruh lahan dapat teririgasi dengan baik.
Ketua Kelompok Tani Desa Wanasari, Taryono, mengapresiasi program pompanisasi ini yang menurutnya sangat membantu mempercepat masa tanam.
"Dengan adanya pompanisasi, musim tanam jadi lebih cepat. Jika sebelumnya hanya dua kali setahun, sekarang bisa tiga kali," ungkap Taryono.
Herman juga menyampaikan pihaknya tidak akan menyia-nyiakan bantuan dari pemerintah pusat, melainkan akan memanfaatkan bantuan tersebut dengan meningkatman indeks pertanaman dan memperluas areal tanam.
"Kami berharap ini dapat meningkatkan indeks pertanaman dan memperluas areal tanam," pungkas Herman.
Penulis: Mahipal
Komentar
You must login to comment...Be the first comment...
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor
1134/DP-Verifikasi/K/X/2023