Pertanian dan Peternakan

Bupati Banyuwangi Apresiasi Peternakan Kambing Perah Seneporejo: Inspirasi Anak Muda

Wednesday, 03 July 2024 16:00 WIB
Bupati Banyuwangi saat mengunjungi peternakan kambing perah Seneporejo. (Dok: pdiperjuangan-jatim.com)

Radarsuara.com - Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengunjungi sentra peternakan kambing perah di Desa Seneporejo, Kecamatan Siliragung, dalam program Bunga Desa.

Bunga Desa adalah singkatan dari program "Bupati Ngantor di Desa", berupa kegiatan blusukan yang dilakukan oleh Bupati Ipuk di desa-desa Kabupaten Banyuwangi.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Ipuk mencicipi langsung susu kambing hasil produksi Jarot Setiawan yang mampu memproduksi 700 hingga 1000 liter per hari.

"Rasa susu kambing ini lezat dan tidak berbau prengus. Kesan negatif tentang susu kambing itu tidak benar. Susu kambing lebih kental dari susu sapi dan harganya juga lebih tinggi," ucap Bupati Ipuk dikutip pada Rabu, 3 Juli 2024.

Bupati Ipuk menjelaskan bahwa susu kambing kini semakin diminati masyarakat karena penelitian menunjukkan kandungan gizinya lebih tinggi dibandingkan dengan susu sapi, sehingga harganya lebih mahal. "Beternak kambing perah menjadi pilihan yang menarik bagi masyarakat," jelasnya.

Ipuk juga memuji langkah cerdas Jarot yang merintis peternakan tersebut setelah berhenti bekerja sebagai TKI di luar negeri. Di lahan bekas kebun jeruk, Jarot kini mengelola 200 kambing perah jenis sapera dengan rapi dan bersih.

"Kisah sukses Jarot dalam mengembangkan peternakan susu kambing perah ini bisa menginspirasi anak muda Banyuwangi. Memulai usaha dari nol hingga menjadi salah satu pemasok susu kambing utama," ujar Bupati Ipuk.

Jarot menceritakan bahwa sebelum memulai peternakan kambing perah, dia bekerja sebagai TKI di Taiwan dari tahun 1999 hingga 2002 dan kembali lagi dari tahun 2006 hingga 2009. 

Setelah kembali ke kampung halaman, Jarot sempat menjadi petani jeruk, namun sejak 2016 beralih ke peternakan kambing perah.

"Satu kambing bisa menghasilkan 1 hingga 2 liter susu setiap hari. Rata-rata produksi harian kami mencapai 100-150 liter, tergantung produktivitas kambing," ungkap Jarot.

Hasil produksi susu tersebut dikirim ke supplier pabrik susu bubuk di Yogyakarta dan Semarang dengan harga Rp 16 ribu per liter. 

"Kami menjual susu dalam bentuk beku, setiap minggu mengirim 700 hingga 1000 liter susu kambing," pungkasnya.

Penulis: Mahipal

Komentar

You must login to comment...