Pemprov Jateng Dorong Sinergi Pertanian dan Industri Demi Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan
Wednesday, 03 July 2024 13:40 WIB
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno. (Dok: jatengprov.go.id)
Radarsuara.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah terus mendorong keseimbangan antara sektor industri dan pertanian, dengan tujuan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang optimal dan berkelanjutan.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menyampaikan hal itu setelah pertemuan Forum Pusaka Jateng. Ia menjelaskan bahwa forum tersebut bertujuan untuk mengumpulkan masukan dari berbagai pemangku kepentingan guna menyeimbangkan pembangunan industri dan pertanian di Jawa Tengah.
“Melalui forum ini kita meminta masukan dari semua stakeholder yang ada untuk menyeimbangkan industri dan pertanian. Karena peningkatan industri pasti akan berdampak terhadap sektor pertanian,” ujar Sumarno dikutip pada Rabu, 3 Juli 2024.
Forum Pusaka Jateng menjadi wadah diskusi antara akademisi dan pemangku kepentingan terkait, membahas isu-isu ekonomi terkini, dampak strategis terhadap perekonomian Jawa Tengah, serta merumuskan kebijakan untuk mengatasi isu-isu tersebut.
Sumarno menambahkan bahwa sesuai dengan visi misi pembangunan jangka panjang Jateng 2025-2045, pemerintah pusat menetapkan Jawa Tengah sebagai penopang pangan dan industri nasional.
Dia menekankan pentingnya kedua sektor tersebut berjalan beriringan untuk memajukan industri sambil menjaga kelestarian lingkungan.
Dengan demikian, sektor pangan diharapkan mampu menghasilkan produk-produk pertanian dan peternakan lokal yang mencukupi kebutuhan pangan dalam negeri. Selain itu, pertumbuhan sektor industri akan menyerap banyak tenaga kerja dan meningkatkan perekonomian daerah.
“Dua hal ini (pangan dan industri) jika digarap dengan baik dan seimbang, potensinya sangat luar biasa, karena dua hal inilah yang sangat berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi,” tambahnya.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jateng, Ndari Surjaningsih, menyatakan bahwa tema Road to Pusaka Jateng 2024 sejalan dengan visi misi pembangunan jangka panjang Provinsi Jawa Tengah sebagai penopang pangan dan industri.
“Pokok bahasan dalam forum ini difokuskan pada upaya mendorong pertumbuhan ekonomi, melalui penguatan ketahanan pangan dan memajukan industri di tengah berbagai tantangan global,” katanya.
Ndari juga menjelaskan bahwa Jawa Tengah adalah salah satu sentra produksi pangan utama di Indonesia. Pada 2023, Jawa Tengah menjadi sentra beras dengan produksi beras tertinggi ketiga dengan pangsa 16,90 persen, produsen bawang merah terbesar dengan 28 persen dari total produksi nasional, serta produsen cabai terbesar kedua dengan kontribusi nasional sebesar 14 persen.
“Kita harapkan sektor pertanian bisa menjadi pendukung utama sektor makanan dan minuman di Jawa Tengah,” pungkasnya.
Penulis: Mahipal
Komentar
You must login to comment...Be the first comment...
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor
1134/DP-Verifikasi/K/X/2023