Minimalisir Hama, Dosen Unimed Luncurkan Inovasi "KawalPadi" Demi Pertanian yang Maksimal
Friday, 28 June 2024 11:00 WIB
Tim dosen PKM Unimed bersama Poktan Kenanga. (Dok: unimed.ac.id)
Radarsuara.com - Empat dosen Universitas Negeri Medan (Unimed) yang tergabung dalam tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), membuat sebuah gebrakan dengan meluncurkan inovasi untuk meminimalisir hama yang kerap mengganggu tanaman padi petani.
Digawangi Nurul Maulida Surbakti, Sri Dewi, Dian Septiana dan Fanny Ramadhani, inovasi yang mereka luncurkan tersebut bernama Techno-pest control “KawalPadi”, teknologi berbasis Internet of Things (IoT).
Nurul Maulida yang memimpin tim tersebut mengungkap bahwa teknologi IoT, “KawalPadi" ini dirancang untuk membantu petani memantau dan mengontrol hama padi secara real-time.
"Produk ini menghasilkan gelombang bunyi pada frekuensi 40 kHz dan cahaya dari lampu LED untuk membasmi hama wereng dan belalang dalam radius 6 meter hanya dalam waktu 4 jam. Energi yang digunakan berasal dari panel surya, sehingga ramah lingkungan," ujarnya dikutip Jumat 28 Juni 2024.
Lebih lanjut Nurul Maulida menjelaskan, KawalPadi ini bekerja dengan menghasilkan gelombang bunyi ultrasonik yang tidak disukai oleh hama padi seperti wereng dan belalang.
Gelombang bunyi pada frekuensi 40 kHz ini mampu mengganggu sistem saraf hama, menyebabkan mereka menjauhi area yang dilindungi oleh alat ini.
Selain itu, kata Nurul Maulida, cahaya dari lampu LED juga membantu dalam menarik dan mengganggu hama, membuat mereka lebih mudah terjebak dan terbunuh.
Energi untuk mengoperasikan alat ini sepenuhnya berasal dari panel surya, menjadikannya solusi yang berkelanjutan dan hemat energi.
"KawalPadi ini juga dilengkapi dengan aplikasi mobile yang memungkinkan petani untuk memantau kondisi cuaca, suhu, serta kelembapan tanah, sehingga memberikan kendali penuh kepada petani untuk mengelola ladang mereka," jelasnya.
Teknologi ini diketahui telah diperkenalkan kepada kelompok tani Kenanga di Desa Petumbukan, Kecamatan Galang, Deli Serdang, pada 24-25 Juni 2024.
Pada peluncurannya itu, inovasi empat dosen Unimed ini dihadiri oleh Kepala Desa Zulhilfan Saragih, kelompok tani Kenanga, perwakilan dari kelompok tani Kamboja, Babinsa, serta perangkat desa.
Pada momen tersebut, Tim dosen PKM Unimed menghibahkan satu unit alat pest control “KawalPadi” dan lima unit alat penangkap hama menggunakan lampu LED tipe Ultraviolet berbasis energi surya kepada kelompok tani Kenanga.
Ketua kelompok tani Kenanga, Darwin Dongoran mengungkap bahwa pihaknya sangat terbantu dengan adanya inovasi teknologi tersebut.
"Dengan adanya alat ini, kami merasa sangat terbantu dalam mengatasi masalah hama tanpa harus menggunakan banyak pestisida. Ini sangat baik untuk kelangsungan pertanian dan kesehatan kami." ungkap Darwin.
Penulis : Mahipal
Editor : Khaerul Umam
Komentar
You must login to comment...Be the first comment...
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor
1134/DP-Verifikasi/K/X/2023