Pertanian dan Peternakan

Tak Bergantung Pupuk Kimia, Poktan Tani Pendawa Kencana Sleman Jadi Rujukan 

Wednesday, 26 June 2024 15:00 WIB
Kunjungan Komisi B DPRD Kabupaten Sleman ke Poktan Poktan Tani Pendawa Kencana. (Dok.dprdjatengprov.go.id)

Radarsuara.com - Kelompok Tani (Poktan) Pendawa Kencana, Kecamatan Cangkringan, Sleman, DIY, menjadi salah satu rujukan di Indonesia usai mampu mengesampingkan ketergantungan pertaniannya pada penggunaan pupuk kimia.

Direktur Operasional Pendawa Kencana, Budi Raharjo menjelaskan, keberhasilan itu tak lepas dari program yang dinamakan Petani Mandiri, artinya petani bisa mengolah tanah tanpa ada dorongan dari pihak mana pun.  

"Petani juga harus bisa membuat pupuk sendiri agar tidak tergantung dari pabrik besar penghasilan pupuk kimia," jelas Budi dikutip Rabu 26 Juni 2024.

Masih kata dia, untuk pupuk organik ini bisa dibuat dengan memanfaatkan kotoran ayam, sapi, bisa dijadikan pupuk organik serta dengan pengolahan pola pertanian yang bagus dengan cara Tanah sawah dilakukan pencangkulan atau dibajak.

 "Jadi, itu untuk mengubah struktur tanah dengan tambahan disiram dengan propunic untuk per hektare minimal 3-5 liter degan merata pada lahan, dan biarkan selama 2 hari," ungkap Budi.

Keberhasilan ini pun diapresiasi Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Sleman, Sarno yang telah mengunjungi balai benih milik CV Pendawa Kencana Multi Farm yang berada di Kecamatan Cangkringan, Sleman.

"Hasil kunjungan tersebut nanti diharapkan bisa masuk pada Raperda Sistem Pertanian yang saat ini masih dalam tahap pembahasan," ujarnya.

Dia berharap, ketergantungan petani akan pupuk kimia ke depan bisa berkurang dan kembali menggunakan pupuk organic yang dibilang lebih banyak menguntungkan petani.

Sarno juga mengatakan lahan pertanian di Jawa Tengah banyak terkontaminasi dengan campuran pupuk berbahan kimiawi, tentunya perlu inovasi khusus agar peningkatan sektor pertanian berkembang dengan lebih baik. 

"Maka dari ini, lewat pemanfaatan teknologi yang pastinya ramah lingkungan terlebih unsur tanah akan terjaga dan kesuburan tanaman akan kembali didapat," tandasnya.

Penulis : Asep Supriyanto

Editor. : Khaerul Umam

Komentar

You must login to comment...