Pertanian dan Peternakan

Sempat Ragu Karena PMK, Kelompok Ternak di Cirebon Sukses Jual Ratusan Sapi

Wednesday, 12 June 2024 14:00 WIB
Sapi milik Kelompok ternak Sapi Padusan. (Dok: cirebonkab.go.id)

Radarsuara.com - Kelompok ternak sapi di Desa Kubang, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, akhirnya bisa bernafas lega usai berhasil mengantisipasi penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) menjelang Idul Adha.

Meski awalnya dilanda rasa ragu, para peternak tersebut akhirnya mengikuti arahan dari Dinas Peternakan Kabupaten Cirebon hingga bertekad memesan dan menyiapkan 300 sapi untuk dijual sebagai kurban.

Yuwenda, salah satu anggota kelompok ternak tersebut menyampaikan bahwa strategi yang diterapkan oleh pihaknya adalah dengan serius dan disiplin mengikuti arahan dari Dinas Peternakan Kabupaten Cirebon.

Sehingga, kualitas sapi yang mereka rawat terjamin, dipercaya masyarakat dan layak dijual untuk kebutuhan kurban.

Strategi Kelompok ternak Sapi Padusan berhasil, banyak masyarakat yang merasa aman dan mempercayai kualitas sapi mereka.

Dari 300 ekor sapi, saat ini tinggal 10 ekor saja yang belum terjual. kelompok ternak sapi Padusan berhasil menjual ratusan ekor sapi berkat keberanian dan strategi mereka.

"Sekarang tinggal 10 sapi yang belum terjual,” ujar Yuwenda dikutip Rabu 12 Juni 2024.

Dari ratusan sapi yang sudah terjual memiliki harga bervariasi. Dia menyebut, harga terendah mulai dari Rp25 juta sampai harga tertinggi Rp83 juta. Saat ini, harga sapi tertinggi yang masih belum terjual adalah Rp60 juta.

Yuwenda mengatakan, para pembeli sapi di kelompoknya rerata sudah memesannya sejak jauh-jauh hari.

Bahkan, ada beberapa pembeli yang sudah memesan sejak Hari Raya Idul Fitri yang lalu. Namun, mayoritas pembeli sudah memesannya pada satu bulan sebelum Idul Adha atau pada bulan Mei kemarin.

"Kalau yang mesan sih udah dari lama, jadi mayoritas sapi-sapi disini udah dipesan sebelumnya. Tapi ramainya sih bulan kemarin," jelasnya.

Meskipun demikian, Yuwenda membandingkan dengan tahun kemarin, sapi yang terjual pada Idul Adha tahun ini jumlahnya masih jauh lebih rendah. Dalam catatan yang dimilikinya, pada Idul Adha sebelumnya, sebanyak 300 ekor sapi ludes terjual di waktu yang nyaris sama.

Menurutnya, banyak faktor yang menyebabkan itu terjadi di samping populasi sapi yang sedikit.

Sehingga, pihaknya pun tidak berani berspekulasi mendatangkan sapi dalam jumlah banyak seperti tahun kemarin, mengingat tahun ini masih ada paparan PMK.

“Tapi kalau sapi-sapi di sini sih alhamdulillah aman dari PMK. Beberapa hari lalu dari dinas pertanian juga sudah kesini melakukan pemeriksaan," pungkasnya.

Penulis : Mahipal

Editor : Khaerul Umam 

Komentar

You must login to comment...