Pertanian dan Peternakan

UMJ Dorong Pemerintah Beli Produk Pertanian dengan Harga Tinggi untuk Kesejahteraan Petani

Monday, 10 June 2024 10:00 WIB
Rektor UMJ, Prof. Ma'mun Murod dalam acara Gebyar Panen Raya Sayur Sehat 2024 di Pengalengan, Kabupaten Bandung. (Dok: umj.ac.id)

Radarsuara.com - Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) menunjukkan kepeduliannya terhadap nasib para petani di Indonesia, dengan menyoroti perlunya peran aktif pemerintah dalam mendukung kesejahteraan mereka.

Rektor UMJ, Prof Ma'mun Murod, menekankan pentingnya pemerintah untuk membeli produk pertanian dari petani dengan harga yang lebih tinggi guna membantu meningkatkan pendapatan mereka. 

Selain itu, dia juga mengkritisi praktik mafia pupuk yang dinilainya merugikan petani dan merusak stabilitas ekonomi mereka.

"Subsidi bukanlah solusi yang efektif, terutama dengan adanya mafia pupuk. Oleh karena itu, langkah yang lebih baik adalah pemerintah membeli hasil produksi petani dengan harga yang lebih tinggi. Saya yakin jika hal ini dilakukan dengan baik, petani Indonesia akan mampu bersaing dan berkembang seperti petani di negara-negara maju," ujar Ma'mun dikutip Senin 10 Juni 2024.

Sementara, Ketua Pengurus Pusat Muhammadiyah, Prof. Dadang Kahmad, menegaskan bahwa Muhammadiyah tidak hanya fokus pada bidang kesehatan dan pendidikan, tetapi juga peduli terhadap lingkungan dan pertanian, terutama dalam konteks ketahanan pangan. 

"Krisis pangan global menjadi alasan Muhammadiyah berusaha untuk mencapai swasembada pangan di dalam negeri," tegasnya.

Terkait hal ini, Ketua Lembaga Pengembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (LPUMKM) Muhammadiyah, Toni Firmansyah menegaskan fokus lembaga yang dipimpinnya untuk memastikan hasil pertanian berkualitas dan kompetitif, serta promosi yang efektif di kalangan masyarakat.

"Dengan harga yang bersaing, pemasaran yang efektif, dan distribusi yang baik, kami yakin hasil pertanian yang didukung oleh MPM dapat terserap dengan baik di pasar modern. Selain itu, kami juga akan memperhatikan sektor peternakan," kata Toni.

Penulis : Mahipal 

Editor : Khaerul Umam 

Komentar

You must login to comment...