Pertanian dan Peternakan

IDAI Sebut Kemananan Pangan Jadi Faktor Krusial untuk Perkembangan Anak

Wednesday, 05 June 2024 17:00 WIB
Ilustrasi pangan (Dok.Freepik)

Radarsuara.com - Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyebut keamanan pangan merupakan salah satu faktor krusial yang mampu mendorong perkembangan anak-anak.

Ketua Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Piprim Basarah Yanuarso menyebut, keamanan pengan sebagai elemen esensial yang harus diprioritaskan.

"Keamanan pangan adalah elemen esensial harus diprioritaskan dalam memenuhi kebutuhan nutrisi anak-anak. Kita harus memastikan bahwa makanan yang mereka konsumsi bebas dari kontaminasi bakteri atau kuman yang dapat mengancam kesehatan," katanya dikutip Rabu 5 Juni 2024.

Menurut Piprim, keamanan pangan menjadi faktor kunci dalam menjaga kesehatan dan perkembangan anak-anak. Makanan yang tidak diproses dengan benar dapat meningkatkan risiko paparan terhadap bakteri atau kuman penyebab penyakit.

Dari produksi hingga penyajian, sambungnya, setiap tahap dalam rantai pasok makanan harus memenuhi standar keamanan yang ketat untuk mencegah kontaminasi.

IDAI mencatat bahwa jutaan anak di seluruh dunia meninggal setiap tahun akibat penyakit diare yang disebabkan oleh makanan yang terkontaminasi bakteri, virus, atau parasit. Jenis makanan seperti daging, ayam, ikan, dan susu memiliki risiko yang tinggi terkontaminasi.

“Proses masak dan kemasan makanan sangat penting untuk mencegah kontaminasi. Setelah memastikan keamanan pangan, kita juga harus memperhatikan kandungan gizi yang sesuai dengan kebutuhan anak-anak," ungkap Piprim.

Di samping itu, Piprim juga menyoroti masalah epidemi obesitas global yang disebabkan oleh pola makan yang tidak sehat, seperti konsumsi makanan yang mengandung gula dan lemak berlebihan.

Pada hal ini, dia mengingatkan orang tua untuk selalu memperhatikan asal makanan dan kandungan gizinya agar anak-anak dapat tumbuh dengan sehat dan terhindar dari penyakit.

“Meskipun suatu produk telah memenuhi standar keamanan dan memiliki izin edar dari BPOM, kita harus tetap waspada terhadap kandungan nutrisi yang mungkin tidak sehat bagi anak-anak. Hindari memberikan nutrisi yang berlebihan," tandasnya.

Penulis : Asep Supriyanto 

Editor : Khaerul Umam 

Komentar

You must login to comment...