Ternak Surplus, Pemprov Jateng Libatkan Dokter Demi Jamin Kesehatan Hewan Jelang Idul Adha
Wednesday, 05 June 2024 11:00 WIB
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Jateng, Agus Wariyanto. (Dok: jatengprov.go.id)
Radarsuara.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah, berupaya memberikan kepastian ketersediaan ternak yang surplus di wilayahnya menjelang Idul Adha.
Upaya tersebut salah satunya dilakukan dengan menerjunkan tim dokter hewan untuk mengecek kesehatan ternak, sekaligus memastikan kebutuhan hewan kurban di Jawa Tengah mencukupi.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Jateng, Agus Wariyanto, menjelaskan bahwa upaya tersebut dilakukan agar masyarakat mendapat hewan ternak berkualitas dan terhindar dari penyakit, yang merupakan syarat sah dalam ritual berkurban.
"Kami telah melakukan konsolidasi dengan dinas di kabupaten dan kota untuk mempersiapkan hewan ternak serta mengantisipasi penyakit hewan. Mulai 10 Juni 2024, kami akan menurunkan dokter hewan untuk melakukan pemeriksaan secara intensif," ucap Agus dikutip Rabu 5 Juni 2024.
Menurutnya, meskipun insiden penyakit hewan mengalami penurunan, tetapi masih menjadi ancaman, seperti penyakit kuku dan mulut, penyakit kulit, dan cacing hati.
Untuk itu, petugas kesehatan berusaha meminimalisir penyebaran penyakit tersebut.
Selain menurunkan tim dokter hewan, lanjut Agus, Pemprov Jateng juga memperketat pengawasan lalu lintas keluar masuk hewan dengan melakukan pemeriksaan surat keterangan kesehatan hewan (SKKH).
Pemprov Jawa Tengah juga berkoordinasi dengan Pemprov DI Yogyakarta terkait kasus Anthrax yang pernah terjadi di sebagian Kota Pelajar. Selain kerja sama, hewan ternak di perbatasan dengan Yogyakarta juga telah divaksinasi.
"Setiap pengiriman ternak ke daerah lain harus disertai SKKH. Kami telah menjalin kerja sama dengan Pemprov Yogya dalam pengendalian penyakit hewan menular strategis. Hal ini terus kami sosialisasikan, dan kami telah mengantisipasi kasus Anthrax," tuturnya.
Agus menyampaikan bahwa kebutuhan sapi untuk kurban di tahun 2024 diperkirakan mencapai 150-200 ribu ekor, sementara ketersediaannya saat ini berada pada kisaran 200-255 ribu ekor.
Sementara itu, kebutuhan kerbau untuk kurban sebanyak 5-6 ribu ekor dan telah disiapkan 7 ribu ekor. Kebutuhan kambing diperkirakan mencapai 260 ribu ekor, dengan persiapan sebanyak 270 ribu ekor. Untuk domba, telah dipersiapkan 100 ribu ekor dari kebutuhan sekitar 90 ribu ekor.
"Karena kami memiliki lumbung ternak, kami juga memenuhi kebutuhan di Jabodetabek. Namun, kami memastikan bahwa hewan ternak tersebut dalam keadaan sehat," terangnya.
Namun, Agus mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dalam memilih hewan kurban, serta teliti terkait kesehatannya, agar ibadah yang dilakukan dapat berjalan lancar dan sesuai syariat.
Penulis : Mahipal
Editor : Khaerul Umam
Komentar
You must login to comment...Be the first comment...
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor
1134/DP-Verifikasi/K/X/2023