Sudah 53 Kali Dilaksanakan, Pemkot Bogor Gelar Pangan Murah untuk Masyarakat
Saturday, 01 June 2024 10:00 WIB
Penyaluran Pangan Murah Kepada Masyarakat. (Dok.Diskominfo Kota Bogor )
Radarsuara.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) membuka bazar pangan murah di lapangan Genteng, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor.
Pj Wali Kota Bogor, Hery Antasari mengatakan, kegiatan ini dilakukan untuk membantu masyarakat mendapatkan harga pangan yang murah dan terjangkau.
"Total sudah sebanyak 53 kali dilakukan dengan bantuan 85 ribu (pangan) yang kita sebarkan ke keluarga-keluarga sasaran," kata Hery, Sabtu 1 Juni 2024.
Selain itu, Hery menjelaskan bahwa masyarakat yang masuk kategori rawan pangan tersebar di semua kelurahan dengan jumlah berbeda-beda.
Oleh karena itu, pemerintah menyentuh semua kelurahan yang masyarakatnya masuk kategori rawan pangan.
Di samping itu, kata dia, pemerintah juga akan melakukan kegiatan serupa menjelang Idul Adha, serta beberapa acara lainnya untuk memeriahkan Hari Jadi Bogor ke-542 yang melibatkan berbagai pihak serta OPD-OPD di Kota Bogor.
"Dalam waktu dekat, saya akan membuat surat edaran yang ditujukan kepada hotel-hotel dan restoran untuk sama-sama merayakan, paling tidak memasang banner, video di televisi-televisi, sehingga layanan publik tentang HJB dapat dirasakan oleh masyarakat. Walaupun konsepnya sederhana, tetapi semua terlibat," terangnya.
Sementara itu, Kepala DKPP Kota Bogor, Chusnul Rozaqi, menyatakan bahwa bazar pangan murah ini bekerja sama dengan Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan BUMN-BUMN pelaku usaha untuk kebutuhan pokok di tingkat nasional maupun lokal.
"Di kegiatan ini ada IDfood, Bulog, minyak, dan gula. Sampai saat ini, kita sudah melakukannya sebanyak 53 kali. Artinya, pemerintah harus hadir saat harga mengalami fluktuasi. Ketika harga naik, kita harus hadir," ujar Chusnul.
Mantan Kepala Dinas PUPR Kota Bogor ini juga mengingatkan soal harga pangan yang sempat melambung, seperti harga telur yang mencapai Rp36 ribu per kilo, di mana saat itu stunting masih tinggi dan telur hilang dari peredaran. Pihaknya berupaya mengajukan bantuan ke Bapanas hingga akhirnya mendapat 15 ton telur dari Kediri untuk menstabilkan harga.
"Apa yang kita lakukan itu supaya masyarakat tidak merasa kesulitan untuk memenuhi kebutuhannya. Kita berupaya menekan inflasi sehingga harga telur yang tadinya Rp36 ribu menjadi Rp26 ribu berkat bantuan dari Bapanas," tegasnya.
Dia juga menyebut bahwa harga bawang yang sempat mencapai Rp65 ribu juga berhasil ditekan berkat bantuan dari Bapanas. "Dari apa yang kita lakukan itu, kita hadir untuk menstabilkan harga pangan," jelasnya.
DKPP akan terus memantau perkembangan harga pangan, terutama menjelang hari raya Idul Adha di mana permintaan biasanya meningkat. "Distributor sering menaikkan harga di hari-hari itu, dan kita akan terus mencoba menekan harga agar tetap stabil serta memastikan ketersediaan kebutuhan masyarakat," pungkasnya.
Penulis : Asep Supriyanto
Editor : Khaerul Umam
Komentar
You must login to comment...Be the first comment...
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor
1134/DP-Verifikasi/K/X/2023