Pertanian dan Peternakan

Belum Maksimal, Pemkab Sumedang Kembangkan Potensi Pertanian di Desa Cikurubuk

Friday, 31 May 2024 11:00 WIB
Pertanian organik di Desa Cikurubuk, Kabupaten Sumedang (Dok: sumedangkab.go.id)

Radarsuara.com - Potensi pertanian organik di Kabupaten Sumedang khusunya di Desa Cikurubuk, belum tergali sepenuhnya. Dari 115 hektare lahan yang ada, baru sekitar 30 hektare yang dimanfaatkan.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumedang pun tengah berupaya untuk mendorong pengembangan pertanian organik, khususnya pada komoditi padi.

Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (DPKP) Kabupaten Sumedang, Sajidin mengatakan, pengembangan pertanian di Desa Cikurubuk kini menjadi komitmen Pemkab Sumedang.

"Untuk ke depannya, bukan tidak mungkin 115 hektar areal lahan dijadikan lokasi pertanian organik, apalagi dukungan kepala desa di sana sangat luar biasa," jelas Sajidin dikutip Jumat 31 Mei 2024.

Menurut Sajidin, petani tidak mengalami kesulitan untuk pupuk organik. Saat ini, petani di Desa Cikurubuk sudah bisa memproduksi sekitar 30 ton per hari.

"Hanya saja, saat ini petani di sana masih kekurangan ruangan, mengingat penyimpanan pupuk organik memerlukan ruangan yang luas," tambahnya.

Sementara itu, DPKP Sumedang akan terus membantu pengembangan sentra pertanian organik di Desa Cikurubuk. Salah satu upayanya adalah mengusulkan bantuan kompetitif ke provinsi, terutama untuk jaringan irigasi, karena air untuk pertanian organik harus langsung dari gunung agar tidak terkontaminasi.

Terkait pemasaran, menurut Sajidin, saat ini sudah bagus. Namun, pengemasan dan penamaan produk masih perlu ditingkatkan. Untuk itu, pihak DPKP akan bekerja sama dengan Universitas Widyatama.

"Potensi hasil dari pertanian organik di Desa Cikurubuk cukup baik, dengan rata-rata hasilnya mencapai 5-6 ton per hektare," kata dia.

Penulis : Mahipal 

Editor : Khaerul Umam 

Komentar

You must login to comment...