Pertanian

Buka Peluang, Kementan Gelar Business Development and Network

Selasa, 28 Mei 2024 18:55 WIB
Buka Peluang, Kementan Gelar Business Development and Network (Foto : Dok. Kementan)

Radarsuara.com - Regenerasi Petani dan Penumbuhan jiwa wirausaha pertanian menjadi fokus dari program Kementerian Pertanian, salah satunya dengan Program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS) yang merupakan kerjasama dengan International Fund for Agricultural Development (IFAD). 

Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman terus berupaya meningkatkan produksi pangan strategis. Hal ini tentunya perlu dukungan dari SDM pertanian yang memiliki potensi besar yang berasal dari usia produktif.

Secara terpisah, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi mengatakan bahwa regenerasi petani adalah harga mati yang harus dilakukan. 

“Karena petani milenial inilah berperan penting di dalam pembangunan pertanian Indonesia bukan hanya saat ini tetapi 10 hingga 20 tahun kedepan," sebut Dedi.

Dalam upaya menfasilitasi petani muda di Kalimantan Selatan (Kalsel), Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan Negeri (SMK-PPN) Banjarbaru selaku Provincial Project Implementation Unit (PPIU) Provinsi Kalsel mengadakan Business Development and Network.

Kegiatan yang dilaksanakan selama 4 hari, terhitung 21 s.d 24 Mei 2024, SMK-PP Negeri Banjarbaru selaku PPIU Kalsel mengundang 50 peserta yang tersiri dari unsur PPIU Kalsel, Bappeda wilayah intervensi program yess, Mobilizer, Penerima Manfaat, DPM Kalimantan Timur.

Acara yang digelar di Swiss-Belhotel Balikpapan ini untuk melakukan temu usaha antar penerima manfaat Program YESS dengan mitra usaha/stakeholders serta peningkatan kapasitas perihal pembentukan dan pembinaan kelembagaan petani muda di Kalimatan Selatan

Kegiatan bertajuk "Business Development and Network" menghadirkan berbagai pihak yang memiliki peran penting dalam pengembangan sektor pertanian di Indonesia, khususnya dalam menghadapi era baru dengan perpindahan ibu kota negara ke IKN (Ibu Kota Negara).

Airin Nurmarita, Wakil Kepala SMK-PP Negeri Banjarbaru, yang mewakili Kepala SMK-PP Negeri Banjarbaru menyatakan bahwa sektor pertanian saat ini memegang peranan yang sangat krusial bagi bangsa Indonesia. 

"Dengan adanya perpindahan ibu kota ke IKN, hal ini bisa membuka jalan bagi para penerima manfaat program YESS untuk membuka pasar yang lebih luas dan berkelanjutan, serta memberikan motivasi yang kuat bagi para petani kita," Ujar Airin.

Dalam kesempatan yang sama, Angga Tri Aditia Permana, Project Manager Program YESS Kalsel, menjelaskan bahwa Program YESS (Youth Entrepreneurship and Employment Support Services) merupakan proyek pengembangan kewirausahaan dan ketenagakerjaan generasi muda di sektor pertanian. 

"Tugas kita sebagai birokrat adalah memfasilitasi agar mereka mampu menjadi entrepreneur yang bisa menopang ekonomi bangsa," Papar Angga.

Angga menambahkan, kegiatan ini dirancang khusus untuk memberikan gambaran dan peluang bagi petani muda di Kalimantan Timur, wilayah yang akan menjadi ibu kota negara, serta memberikan inspirasi dan motivasi bagi petani muda di Kalimantan Selatan.

"Dengan adanya acara ini, diharapkan para petani muda dapat melihat peluang yang ada dan mempersiapkan diri untuk menjadi pelaku utama dalam sektor pertanian yang lebih modern dan berdaya saing tinggi", Pungkasnya.
 
Selama empat hari penyelenggaraan, para peserta mendapatkan berbagai wawasan dan keterampilan baru yang diharapkan dapat diterapkan dalam praktik pertanian mereka.

Acara ini juga menjadi ajang networking bagi para petani muda untuk saling bertukar pengalaman dan menjalin kemitraan yang dapat mendukung pengembangan usaha mereka di masa depan.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari berbagai instansi penting, seperti Kepala Dinas Pertanian Provinsi Kalimantan Timur yang membahas peluang kerjasama dengan Dinas Pertanian Provinsi Kalimantan Timur, Direktur Ketahanan Pangan Otorita IKN yang membicarakan potensi kerjasama antara Otorita IKN dengan petani muda Kalimantan Selatan terkait penyediaan bahan baku pangan, serta perwakilan dari DPM Kaltim yang membahas optimalisasi peran dan fungsi koperasi petani muda dalam skala ekonomi berkelanjutan.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan dapat tercipta sinergi yang kuat antara para pemangku kepentingan dan petani muda untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi di sektor pertanian, seiring dengan perkembangan ibu kota negara baru di Kalimantan Timur.

Tim Ekpos SMK-PPN Banjarbaru

(*/Adv)

Komentar

You must login to comment...