Kabupaten Ngawi Jadi Wilayah Pertanian Paling Produktif di Indonesia
Sunday, 26 May 2024 14:00 WIB
Bupati Ngawi saat ikut kegiatan pertanian langsung. (Dok: pdiperjuangan-jatim.com)
Radarsuara.com - Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, menorehkan prestasi gemilang dengan menjadi wilayah pertanian yang paling produktif dan memiliki surplus tertinggi di Indonesia.
Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono mengungkap, keberhasilan ini adalah hasil dari kolaborasi yang erat antara para petani dengan Pemkab Ngawi.
Terlebih, kata dia, Pemkab Ngawi telah berkomitmen penuh untuk penguatan ketahanan pangan di daerah yang selama ini menjadi kunci keberhasilan di sektor pertanian.
"Program kemandirian pangan telah menjadi fokus kami sejak tahun 2021. Dan sejauh ini, Ngawi telah mencapai produktivitas dan surplus padi tertinggi di tingkat nasional. Ini dimulai sejak tahun 2021 melalui program Kemandirian Pertanian Ramah Lingkungan Berkelanjutan (PRLB)," kata Ony, Minggu 26 Mei 2024.
Program PRLB sendiri dianggap sebagai solusi bagi berbagai tantangan dalam sektor pertanian di Kabupaten Ngawi.
Menurut Ony, para petani sering menghadapi tantangan seperti ketersediaan pupuk, manajemen air, infrastruktur, dan pemasaran hasil pertanian.
Dia pun mengakui bahwa para petani dihadapkan pada tantangan yang berulang.
"Oleh karena itu, PRLB dianggap sebagai langkah terbaik untuk menjaga keberlanjutan sektor pertanian di Ngawi. Melalui program ini, para petani diajak untuk bersama-sama mengatasi tantangan yang sering dihadapi dalam usaha pertanian," jelasnya.
Konsep utama dari PRLB adalah kemandirian. Para petani di Ngawi didorong untuk aktif dalam mengatasi tantangan yang ada. Sebagai hasilnya, petani yang mengikuti program ini tidak lagi tergantung pada subsidi pupuk, karena mereka telah mahir dalam membuat pupuk kompos yang ramah lingkungan, serta obat-obatan dan nutrisi tanaman alami.
Ony menyebutkan bahwa memperkenalkan PRLB kepada petani bukanlah tugas yang mudah, karena melibatkan perubahan paradigma dari pertanian konvensional.
"Program ini tidak selalu populer, karena mengharuskan petani untuk berjuang. Namun, dengan pendekatan yang tepat, para petani akhirnya memahami pentingnya program ini. Mereka adalah pejuang yang memiliki kearifan lokal dalam praktik pertanian, yang memberikan manfaat yang besar," pungkas Ony.
Penulis : Mahipal
Editor : Khaerul Umam
Komentar
You must login to comment...Be the first comment...
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor
1134/DP-Verifikasi/K/X/2023