Pertanian dan Peternakan

Inspiratif, DD Farm Banten Berdayakan Masyarakat untuk Cetak Peternak Baru

Tuesday, 21 May 2024 11:00 WIB
Agus Salim, Pengelola DD Farm Banten. (Dok: dompetdhuafa.org)

Radarsuara.com - Kisah inspiratif datang dari seorang peternak sekaligus pengelola DD Farm Banten bernama Agus Salim.

Penggagas program pemberdayaan masyarakat melalui peternakan yang dikelolanya itu mengabdikan dirinya untuk kemajuan dan mencetak peternak-peternak baru.

Agus Salim menyebut pemberdayaan masyarakat dengan memanfaatkan DD Farm sebagai kelompok peternak binaan Dompet Dhuafa dilakukan secara aktif memberikan edukasi kepada warga, baik peternak lokal maupun calon peternak.

Melalui sebuah organisasi non-pemerintah (NGO) yang bergerak di bidang kemanusiaan, sosial dan pemberdayaan masyarakat itu, kata dia, masyarakat diajarkan tentang perawatan ternak hingga penjualan hewan kurban. 

"Selain itu, kami juga menyediakan bibit dan pakan untuk plasma atau kandang kecil yang dikelola oleh peternak lokal," jelas Agus Salim dikutip Selasa 21 Mei 2024.

Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa inovasi terus dihadirkan, salah satunya adalah penerapan mekanisme plasma gaya baru. 

Inovasi ini tidak hanya mengandalkan keuntungan dari hasil hewan ternak, tetapi juga memberikan upah layak kepada peternak plasma setiap bulan.

"Disebut gaya baru karena berbeda dengan plasma pada umumnya, di mana penghasilan peternak sepenuhnya bergantung pada hasil keuntungan hewan ternak. Saat ini, DD Farm memberikan gaji rutin kepada peternak plasma setiap bulannya," ujar Agus Salim.

Melalui inovasi tersebut, Agus Salim menyampaikan bahwa masyarakat mendapatkan keuntungan lebih, selain gaji pokok mereka juga memperoleh penghasilan tambahan.

"Inovasi ini digagas DD Farm Banten untuk melaksanakan pemberdayaan masyarakat dan mencetak peternak baru. Jika hasil hewan ternak bagus, mereka juga mendapat keuntungan lebih. Tujuannya adalah memberdayakan masyarakat dan membentuk peternak-peternak baru," pungkasnya.

Penulis : Mahipal 

Editor : Khaerul Umam 

Komentar

You must login to comment...