Pertanian dan Peternakan

Pemerintah Upayakan Kesejahteraan Petani Karet dengan Teknologi Mercu Tap System

Friday, 17 May 2024 10:00 WIB
Ilustrasi pertanian karet. (Dok.Pixabay)

Radarsuara.com - Pemerintah berupaya meningkatkan kesejahteraan petani karet dengan menyiapkan pembangunan teknologi mercu tap system.

Teknologi ini diklaim dapat meningkatkan produktivitas karet hingga 300 persen. Selain itu, teknologi ini juga dapat digunakan dalam berbagai kondisi cuaca, termasuk saat curah hujan tinggi.

Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko menyebut nasib para petani karet menjadi perhatian serius pemerintah. Salah satunya di wilayah Tulang Bawang Barat, Lampung.

Berdasarkan pendataan yang dilakukan, kata dia, ada dua masalah utama yang dihadapi petani karet, yakni penurunan harga dan produktivitas yang menurun.

"Pemerintah Indonesia bahkan harus membeli karet dari para petani demi menyelamatkan perekonomian mereka," ujar Moeldoko, dikutip Jumat 17 Mei 2024.

Sementara berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), menunjukkan bahwa Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga konstan (ADHK) dari industri karet, barang dari karet, dan plastik turun 7,18 persen, dari Rp 16,6 triliun pada kuartal II/2022 menjadi Rp 15,85 triliun pada kuartal II/2023.

Moeldoko, yang juga Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), menyebut bahwa pemerintah bekerja sama dengan PT. Mercu BioTech Nusantara untuk mengembangkan teknologi mercu tap system.

Pemerintah meyakini kerja sama ini mampu membawa perubahan positif bagi para petani karet.

"Saya yakin riset dan teknologi ini dapat membawa perubahan positif bagi para petani karet. Hasilnya, petani karet bisa segera sejahtera," ungkapnya.

Moeldoko berharap dengan dilaksanakannya proyek percontohan penerapan teknologi mercu tap system di Tulang Bawang Barat, Lampung, dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi produktivitas petani serta meningkatkan kesejahteraan mereka, tidak hanya di Lampung, tetapi juga di wilayah lainnya.

“Nanti setelah hasilnya baik, petani jangan sampai salah langkah. Hasilnya harus digunakan untuk memperbaiki kondisi pertanian, seperti membeli pupuk yang sebelumnya sulit dijangkau,” pungkasnya.

Penulis : Mahipal 

Editor : Khaerul Umam 

Komentar

You must login to comment...